Pemprov Sulsel

Harkopnas ke-79 di Sorowako, Fatmawati Rusdi Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Suriadi
Suriadi

Minggu, 11 Oktober 2026 16:48

Harkopnas ke-79 di Sorowako, Fatmawati Rusdi Dorong Produk Lokal Naik Kelas

LUWU TIMUR, TROTOAR.ID — Penguatan koperasi dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama dalam peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, 10–11 Oktober 2026.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mendampingi Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono dalam sejumlah agenda yang menitikberatkan pada pengembangan koperasi, perluasan akses pemasaran produk lokal, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi peninjauan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), kunjungan ke stan UMKM, puncak Pekan Expo Koperasi dan UMKM, serta Jalan Sehat Anti Mager yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Saat mengunjungi KDKMP Desa Sorowako, Sabtu (10/10/2026), Fatmawati bersama Gubernur dan Menteri Koperasi meninjau langsung aktivitas gerai koperasi yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat.

Produk yang tersedia antara lain LPG 3 kilogram, pupuk, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, serta beragam produk UMKM lokal.

Keberadaan produk-produk tersebut menunjukkan bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai penyedia kebutuhan masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi jalur pemasaran bagi hasil produksi pelaku usaha setempat.

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyebut sekitar 70 persen produk yang dipasarkan melalui KDKMP Sorowako merupakan produk lokal. Komposisi tersebut dinilai membuka peluang lebih besar bagi produk daerah untuk menjangkau konsumen melalui jaringan usaha koperasi.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai KDKMP Sorowako telah berjalan sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Ia berharap koperasi tersebut dapat menjadi modal awal bagi pengembangan usaha koperasi yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Ferry juga mendorong koperasi agar mengambil peran lebih besar sebagai penyerap sekaligus pemasar hasil produksi masyarakat. Potensi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kerajinan, hingga UMKM.

Penguatan peran koperasi sebagai penghubung antara produsen dan pasar diharapkan dapat memperluas akses pemasaran sekaligus memberikan nilai tambah bagi produk yang dihasilkan masyarakat.

Dukungan terhadap produk lokal juga terlihat ketika Fatmawati mengunjungi 23 stan UMKM di Lapangan Iniaku, Sorowako. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wakil Bupati Luwu Timur Hj. Puspawati Husler dan Ketua TP PKK Luwu Timur dr. Ani Nurbani Irwan.

Fatmawati menyambangi stan-stan yang menampilkan beragam produk unggulan daerah. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah Kain Taipa, kain khas Luwu Timur yang menjadi bagian dari kekayaan produk dan identitas budaya lokal.

Tak sekadar melihat-lihat, Fatmawati juga membeli sejumlah produk dari stan yang dikunjunginya. Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM sekaligus memberikan perhatian pada upaya memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Bagi pelaku usaha, kegiatan expo menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring, dan membuka peluang pasar baru. Kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan diri pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing produk mereka.

Dukungan terhadap koperasi dan UMKM kembali mengemuka pada puncak Pekan Expo Koperasi dan UMKM, Sabtu malam (10/10/2026). Fatmawati kembali mendampingi Gubernur Andi Sudirman dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam kegiatan yang dihadiri para kepala daerah, perwakilan gerakan koperasi, serta pelaku UMKM dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ferry mengapresiasi kekompakan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam mendorong pengembangan koperasi di Sulawesi Selatan.

Ia berharap Sulsel dapat menjadi proyek percontohan pengembangan koperasi melalui skema offtaker, yakni mekanisme penyerapan hasil produksi untuk menjamin akses pasar bagi para produsen.

Menurut Ferry, penguatan skema tersebut perlu didukung ketersediaan alat dan mesin pascapanen agar koperasi memiliki kemampuan lebih baik dalam menyerap, mengolah, dan memasarkan hasil produksi masyarakat.

“Saya yakin di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur di provinsi ini akan lahir sebuah gerakan koperasi yang menjadi referensi di masa mendatang bagi daerah lain,” ujar Ferry.

Harapan tersebut menempatkan Sulawesi Selatan pada peluang untuk mengembangkan koperasi yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan anggota, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi produktif di daerah.

Rangkaian Harkopnas ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan kemudian ditutup dengan Jalan Sehat Anti Mager, Minggu (11/10/2026). Fatmawati mendampingi Gubernur Andi Sudirman melepas ribuan peserta di Lapangan Golf Sorowako.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto, serta para kepala daerah dan peserta dari berbagai kabupaten/kota.

Para peserta menempuh rute sekitar lima kilometer dengan garis finis di Pantai Ide, kawasan Danau Matano. Selain menjadi ajang kebersamaan, kegiatan ini mengajak masyarakat membiasakan pola hidup aktif melalui aktivitas fisik yang sederhana dan menyenangkan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peringatan Harkopnas ke-79 tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga ruang untuk mempertemukan pemerintah, gerakan koperasi, dan pelaku UMKM dalam memperkuat ekonomi daerah.

Pengembangan koperasi yang produktif, perluasan akses pasar, serta dukungan terhadap produk unggulan lokal diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulawesi Selatan. (*)

Penulis : Addy

 Komentar