SIDRAP, Trotoar.id — Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sidenreng Rappang menjadi panggung apresiasi bagi pelajar berprestasi dalam malam puncak Awarding Festival Sains Nasional (FSN) POSI Sulawesi Selatan Jilid III, Minggu malam (25/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum bagi ratusan pelajar, guru, dan orang tua untuk merayakan pencapaian akademik sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul dalam bidang sains dan pendidikan.
Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), SDIT At-Tauhid Pangkajene berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati SDN 11 Pangkajene, disusul SDN 10 Pangkajene pada peringkat ketiga.
Persaingan di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) menempatkan SMPN 1 Pangkajene sebagai juara pertama. SMP DDI Mangkoso meraih posisi kedua, sementara SMPI Ar-Rahmah Pangkajene berada di peringkat ketiga.
Adapun kategori Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) dimenangkan SMAN 2 Sidenreng Rappang. Posisi kedua diraih SMAN 9 Wajo, sedangkan MAN 2 Kota Parepare menempati peringkat ketiga.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kemampuan akademik, ketekunan belajar, serta semangat berkompetisi para peserta didik.
Ajang ini juga memberikan ruang bagi sekolah untuk mengukur kemampuan siswa sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran.
Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara, para guru, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam Festival Sains Nasional.
Menurut Syaharuddin, kompetisi sains memiliki peran penting dalam membangun daya nalar kritis, meningkatkan kemampuan akademik, serta menumbuhkan kepercayaan diri pelajar untuk bersaing meraih prestasi.
“Saya mengapresiasi kegiatan Festival Sains Nasional ini. Ajang seperti ini tentu menjadi dorongan dan motivasi kuat bagi anak-anak kita untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan meraih prestasi gemilang,” ujar Syaharuddin.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui pendidikan yang berkualitas.
“Salah satu tolok ukur keberhasilan pemimpin daerah adalah bagaimana ia mampu membentuk karakter dan menjadikan pendidikan anak-anaknya unggul. Melalui pendidikan, mereka tidak hanya meraih masa depan yang lebih baik, tetapi juga mengharumkan nama daerah,” tambahnya.
Syaharuddin berharap kompetisi seperti FSN POSI dapat menjadi pemantik semangat bagi sekolah, guru, dan peserta didik untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Pemerintah Kabupaten Sidrap pun menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari upaya menyiapkan generasi unggul yang mampu menjawab tantangan masa depan.
Malam penganugerahan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Sidrap, kepala sekolah, guru pendamping, serta orang tua peserta.
Kehadiran berbagai unsur ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendorong prestasi dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.




Komentar