Trotoar.id, Makassar – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, mengungkapkan harapannya untuk memanfaatkan 10 ribu hektar lahan milik PTPN (Perkebunan Nusantara) guna pengembangan budidaya pisang cavendish.
Dalam pertemuan dengan Direktur Utama Holding PT Perkebunan Nusantara 1 Jakarta, Teddy Yuniman Danas, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Bahtiar menyatakan potensi besar lahan PTPN yang dapat mendukung program budidaya pisang sebagai komoditi ekspor.
Bahtiar mengajak seluruh daerah di Sulsel untuk berpartisipasi dalam ekosistem bisnis pisang cavendish, nanas, sukun, dan nangka, yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan.
Ia menekankan perlunya keterlibatan masyarakat setempat dalam usaha ini, dengan dukungan penuh pemerintah kabupaten dan kota.
“Dorongan untuk terlibat dalam bisnis pisang cavendish harus disampaikan ke seluruh lapisan masyarakat. Kami berharap pemerintah kabupaten dan kota dapat mengakomodir serta mengawasi partisipasi ini secara adil,” jelas Bahtiar.
Direktur Utama Holding PT Perkebunan Nusantara 1 Jakarta, Teddy Yuniman Danas, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Pemprov Sulsel dalam pengembangan budidaya hortikultura.
Beliau menjanjikan bantuan dengan meminjamkan lahan milik PTPN untuk mendukung penanaman pisang cavendish.
“Izin Bapak Gubernur, kami siap membantu untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Teddy.
Teddy menambahkan bahwa PTPN memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan di beberapa daerah di Sulsel untuk mengembangkan tanaman pisang cavendish, sukun, nangka, dan nanas.
Hadir dalam pertemuan ini adalah sejumlah pejabat dari PT Perkebunan Nusantara, termasuk Direktur Hubungan Kelembagaan, Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen, serta perwakilan Regional Head dan SEVP Business Support PTPN 1 Regional 8 Sulawesi.


Komentar