Rajab Sosialisasi Perda Perlindungan Lahan Pertanian

Suriadi
Suriadi

Jumat, 16 Maret 2018 18:56

Rajab Sosialisasi Perda Perlindungan Lahan Pertanian

TROTOAR.ID, SUKAMAJU — Legislator NasDem, M Rajab kembali melakukan sosialisasi dan penyebarluasan produk hukum daerah di Desa Sukamaju Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, Jumat (16/3).

Di hadapan Kepala Desa Sukamaju dan ratusan warga, Rajab menjelaskan latar belakang lahirnya Perda nomor 4 tahun 2014 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Kata Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi DPW NasDem itu, perda ini adalah bentuk perhatian pemerintah lewat legislatif untuk memberi jaminan bagi rakyatnya dalam urusan pangan, dimana bertambahnya populasi penduduk tidak sebanding dengan pertambahan lahan pertanian.

“Kita semakin bertambah tetapi lahan untuk pertanian, perkebunan semakin berkurang, itulah kira-kira mengapa DPRD Provinsi Sulsel menginisiasi lahirnya perda ini,” ucap Rajab.

Sementara itu Hisma Kahman, seorang pengacara muda yang juga dosen di Universitas ternama di Kota Palopo merinci poin penting Perda no. 4/2014 ini.

Dijelaskan Hisma, faktor utama mengapa perda ini sangat penting adalah karena urusan pangan sebagai hak asasi manusia.

Selain itu tambah Hisma, Indonesia adalah negara agraris. Disamping itu, Perda ini merujuk ke UU nomor 41/2009 tentang perlindungan lahan pertanian secara berkelanjutan.

Ditambah lagi dalam Pembaruan UU Pokok Agraria disebutkan, bahwa jika ada lahan tidur yang sudah lebih diatas lima tahun tidak digunakan maka warga bisa menggunakan lahan tersebut untuk dikelola tetapi bukan untuk dimiliki, terang Isma.

Untuk itu pemerintah berkewajiban menjamin tersedianya lahan pertanian, pungkasnya.

Dalam kegiatan sosialisasi Perda perlindungan lahan pertanian ini, Kades Sukamaju HM Janatu, berharap agar kegiatan  ini bisa memberi manfaat dan menjembatani masalah yang sering dihadapi rakyat desa selama ini.

Pada bagian akhir kegiatan sosialisasi dilakukan diskusi tanya jawab dengan warga Desa Sukamaju.

Diantara masukan dan keluhan petani terkait lahan pertanian diantaranya soal PPL, soal tambang rakyat, konservasi lahan pertanian serta soal harga pangan yang dirasa kurang menguntungkan bagi para petani utamanya dalam hal biaya produksi pertanian yang tidak sebanding dengan pemasukan para petani, sehingga banyak petani yang mengalihkan lahan pertaniannya pada usaha yang dianggap lebih menguntungkan.(*)

 Komentar

Berita Terbaru
News15 Agustus 2026 16:02
Profil Danrem 141/Toddopuli yang Baru, Kolonel Inf. Robinson Tallupadang: Putra Toraja dengan Rekam Jejak Panjang
BONE, Trotoar.id — Kabar membanggakan datang dari masyarakat Toraja. Salah satu putra terbaik Toraja, Kolonel Inf. Robinson Tallupadang, dipercaya m...
Metro15 Agustus 2026 15:46
Munafri Pimpin Gladi Bersih HUT ke-81 RI di Karebosi, Pastikan Upacara Berjalan Khidmat
MAKASSAR, Teotoar.id— Lapangan Karebosi, Sabtu (15/8/2026) pagi, menjadi tempat terakhir bagi Pemerintah Kota Makassar mematangkan persiapan sebelum...
Politik15 Agustus 2026 15:21
IAS Beberkan Bursa Sekretaris Golkar Sulsel, Enam Nama Masuk Radar
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mulai membuka susunan puzzle kepengurusan baru Part...
Politik15 Agustus 2026 15:19
Roadshow IAS ke 13 Daerah: Menjawab Kerinduan, Membangkitkan Kembali Semangat Kader Golkar Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id — Ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar agenda konsolidasi politik dalam roadshow yang dilakukan Ketua DPD I Partai Golkar ...