TROAR.ID, MAKASSAR — Calon Gubernur Sulsel Nurdin Halid terus menunjukkan keseriusannya mendorong dan meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan.


Salah satunya dengan mendorong program 1 Leptop untuk 1 Guru, yang lebih memberi dampak positif terhadap masyarakat ketimbang program pembangunan Center Poin Of Indonesia (CPI) yang menyerap anggaran daerah sebesar Rp500 Miliar.
“Saya lebih memilih mendorong penganggaran peningkatan kuakitas pendidikan ketimbang pembangunan yang tidak berpihak pada rakyat,”Kata Nurdin Halid.
Baca Juga :
Program 1 leptop untuk 1 guru bukti dimana pasangan usungan Golkar, NasDem, Hanura, PKB, PKPI sebagai bentuk keseriusan NH-Aziz dalam mendorong kuakitas pendidikan di Sulsel.
Apa lagi kata NH, diera Milenial atau era Kontemporer, telah menjadi salah satu kebutuhan sandang hidup masyarakat saat ini.
“Sekarang ini kita masuk era digital, bagimana kita meningkatkan kualitas anak didik kita. Justru anak didik punya Leptop dan sebagian guru belum punya Leptop. Maka ide saya menyiapkan satu leptop bagi satu guru,” kata Nurdin Halid saat ditemui di Hotel Singgasana, Makassar, Rabu 2 Mei 2018
Ia mengatakan kebutuhan anggaran terkait program ini tidak terlalu banyak. Jika dibandingkan dengan proyek Center Point Of Indonesia (CPI) yang menelan anggaran hingga ratusan miliaran rupiah.
“Itu tidak seberapa kalau 15 Ribu guru hanya Rp45 Miliar. Kalau Leptop harga 3 juta tidak sebanding CPI yang sampai Rp500 Miliar,” ujar Nurdin Halid.
Ia menambahkan proyek CPI hanya dinikmati oleh kalangan tertentu. Dibandingkan dengan program 1 Guru 1 Leptop bisa dinikmati oleh semua para guru di Sulsel.
“Bandingkan berapa ribu guru yang menikmati CPI?. Tapi kalau leptop langsung dinikmati oleh para guru untuk menyimpan data, nilai dan bisa berinteraksi dengan peserta didik di luar sekolah,” jelas NH akronim Nurdin Halid.(Adi)



Komentar