Kubu NH-Aziz dan NA-ASS Giring Opini Survei, Bukti Takut Kalah?

Suriadi
Suriadi

Rabu, 16 Mei 2018 23:38

Kubu NH-Aziz dan NA-ASS Giring Opini Survei, Bukti Takut Kalah?
TROTOAR.ID, MAKASSAR – Kalangan akademisi di Makassar ikut mengomentari tentang pernyataan kubu pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar yang menyebut hanya kecurangan bisa mengalahkan mereka di Pilgub.

Begitu juga, saling klaim survei antara kubu NH-Aziz dan NA-ASS bisa saja dilakukan sebagai bentuk kepanikan atau takut kalah. Sebab dengan waktu yang tersisa, semua kemungkinan masih bisa terjadi.

Sehingga jika ada yang mengesankan dirinya sudah unggul, lalu melempar tudingan hanya mengalahkan mereka, maka patut diwaspadai motif terselebungnya.

Jangan sampai berusaha menuding pihak lain, lalu mereka sendiri ingin menghalalkan segala cara. Atau mengesankan jika mereka kalah, karena yang lain melakukan kecurangan.

Terkait itu, Pengamat Politik dari Universitas Bosowa (Unibos) Arief Wicaksono menuturkan, pernyataan tersebut sangat berbahaya.

Pasalnya, proses Pilgub Sulsel disebutnya bisa tercederai gegara penggiringan opini di masyarakat. Bukan hanya itu, stabilitas keamanan di kontestasi yang diikuti 4 Pasangan bisa memicu timbulnya konflik horizontal, khususnya di masyarakat.

Untuk itu, kandidat yang mengklaim surveinya paling tertinggi sengaja melakukan strategi pembentukan opini di masyarakat. Termasuk berusaha menuding calon lain akan melakukan kecurangan alias jekkong jika ingin memenangkan pertarungan.

“Jadi ada upaya melekatkan image jekkong atau curang kepada salah satu kandidat. Sebenarnya, tidak perlu dilakukan pencitraan opini seperti ini karena berpotensi menimbulkan konflik dan stabilitas keamanan,” tegas akademisi dari Unibos ini.

Arief mencermati, klaim hasil survey juga sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, karena dinamika dukungan elektoral di masyarakat bagi calon pemilih sangat tinggi.

Menurut dia, sekarang mungkin angkanya sekian, tapi besok belum tentu sama. Bisa juga berkurang, tergantung kinerja politik di lapangan.

Mungkin saja awalnya diunggulkan, tetapi bisa saja kedodoran diakhir kompetisi. Hal ini bagi Arief sering kali terjadi dalam di kontestasi pilkada.(***)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 April 2026 23:09
Musda Digelar Juni, Empat Kader PD Diusulkan Maju
Empat Kader Demokrat Di usulkan Bersaing di Musda ...
Parlemen30 April 2026 21:16
DPRD Sulsel Tutup Masa Sidang II, Sekprov: Orang Sabar Disayang Tuhan
MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) resmi menutup Masa Sidang II Tahun 2025–2026 dengan menyampai...
Metro30 April 2026 21:05
Program SEHATI Hadir di SMA 17 Makassar, Dorong Deteksi Dini Perilaku Berisiko Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Program SEHATI ...
Metro30 April 2026 21:01
Dorong Profesionalisme Jurnalist Pemkot Makassar Fasilitasi Wartawan Ikut UKW
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik deng...