TROTOAR.ID, MAKASSAR – Penjabat Gubernur Sulsel, Sumarsono, memimpin rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), di Rumah Jabatan Gubernur, di Jalan Sungai Tangka, Selasa (15/5).
Hadir Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Agus Surya Bakti, Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono, Pangkoopsau II Marsda TNI Yadi Indrayadi Sutanandika, Danlantamal VI Kolonel Laut Dwi Sulaksono, Pangkosekhanudnas II Marsma TNI Tedi Rizalihadi, Ketua DPRD Sulsel HM Roem, Kajati Sulsel Tarmizi, serta perwakikan BIN Daerah, Komisioner KPU Sulsel, Bawaslu Sulsel, dan beberapa tokoh agama di Sulawesi Selatan.
Ada tiga hal yang dibahas dalam pertemuan ini. Yakni pasca peristiwa bom Surabaya, perkembangan Pilkada Sulsel, dan pengendalian kesiapan Ramadan dan Lebaran.
Baca Juga :
“Pertama pada intinya kita merasa prihatin dengan perkembangan situasi dan juga menyampaikan duka mendalam kepada yang tidak bersalah dan tidak berdosa akibat kejahatan terorisme,” kata Sumarsono, usai melakukan rapat.
Forum ini pun sepakat mendifinisikan bahwa tindakan tersebut merupakan tindakan kejahatan kemanusiaan yang tidak ada hubungangnya dengan agama. Walaupun yang dibom adalah sebuah gereja.
Pasca bom, Pemprov Sulsel, Forkopimda Sulsel dan FKUB Sulsel sepakat bahwa negara hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Sulsel.
“Tidak usaha khawatir, tetap laksanakan aktivitas seperti biasa. Sulsel aman,” sebutnya.
Pemerintah juga akan tetap menjaga keamanan dan tetap mewaspadai terjadinya teror. Pemprov juga akan membuat surat edaran agar Siskamling diaktifkan kembali.
“Pemerintah juga akan menghadirkan posko terpadu untuk kebutuhan selama bulan Ramadan,” imbuhnya.
Sedangkan untuk Pilkada, dinilai masih aman dan terkendali. Namun, ada beberapa daerah yang tetap diwaspadai dan perlu langkah-langkah antisipasi. Forkopimda sendiri dalam hal ini, memberikan dukungan dalam penyelenggaraan. Misalnya, pengiriman logistik untuk KPU kabupaten-kota.
Ada beberapa daerah yang relatif pemerintah waspadai. Diantaranya Kota Makassar dan Kabupaten Sidrap. Selanjutnya yaitu, Kota Parepare, Kota Palopo, Kabupen Pinrang, Jeneponto dan Sinjai.
“Daerah lainnya masuk dalam zona hijau,” pungkasnya.
Terkait kesiapan jelang Ramadan, stok pangan dinilai cukup, bahkan berlebihan. Di Sulsel banyak komoditi yang berlebih. Namun karena harga fluktuatif, maka dilakukan pencermatan dengan turun langsung ke lapangan.
“Kami turun ke pasar tradisional dan modern. Kesimpulannya, Sulsel aman terkendali,” tegasnya.
Untuk persoalan BBM jelang Lebaran, Pertamina menambah 15 persen dari kebutuhan BBM tahun lalu. Sedangkan untuk beras, stok dari Bulog juga sangat siap.
“Listrik juga di Sulsel surplus,” ungkap Sumarsono.
Untuk menjaga kondisi tetap kondusif, maka diperlukan partisipasi masyarakat untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran atau sesuatu yang tidak lazim. (*)




Komentar