TROTOAR.ID, PINRANG — Meski Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten pinrang cukup besar, hingga menapai Rp1.2 triliun, namun sangat disyangkan masih ada saja sejumlah sekolah yang terabaikan dari perhatian pemerintan kabupaten pinrang.
Seperti yang dialami murid kelas jauh SD Inpres Kalosi, Desa Basseang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Murid kelas 1, 2, dan 3 ini harus mengikuti proses belajar mengajar di bawah kolong rumah, lantaran tak ada gedung yang memadai dan disiapkan pemerintah kabupaten pinrnag.
“Inikah perhatian pemerintah saat ini, untuk ada masyarakat yang memiliki rasa peduli, meski belajar tanpa dindi dan lantaikan tanah,d apat dibayangkan seperti apa nasib yang mereka alami,” Kata Fendi Sogian.
Baca Juga :
Fendi mengungkapkan, apa yang dialami masyarakat didesa tersebut, telah etrjadi bertahun-tahun lamanya, namun tak sedikitpun pemerintah kabupaten Pinrang memberuikan perhatianhya kepada desa terpencil di kabyupaten Pinrang, apa lagi kondisi tersebut telah disampaikan ke Pemda akan tetapi sampai saat belum juga disentuh oleh kebijakan sang Bupati Aslam Panttonangi
Bahkan bukan cuma sarana pendidikan saja yang menjadi persoalan masyarakat di desa tersebut, akan tetapi sarana infrastruktur jalan yang juga harus menajdi perhatian pemerintah, bukan justru menghabiskan anggaran daerah untuk hal yang tidak bermanfaat bagi rakyat.
Sementara itu Hasrul, pemuda lainnya mengatakan kondisi alam di desa terpencil tersebut memaksa setiap murid yang ingin memperoleh pendidikan, harus berjalan kaki melewati hutan dan gunung tinggi.
“Semoga pemerintah segera memperhatikan dan memberikan bantuan untuk pembangunan gedung belajar yang layak. Supaya mereka bisa merasakan pendidikan yang layak pula. Tolong hargai perjuangan anak-anak di sana,” harap Hasrul. (Sam)




Komentar