TROTOAR.ID, MASAMBA — Wakil Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan yang juga Wakil ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan M.Rajab menggelar buka puasa bersama dengan masyarakat kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara.
Buka puasa bersama yang digelar dikediaman pribadinya di kawasan Sapek, Kelurahan Bone di hadiri sejumlah tokoh masyarakat dan kolega, serta kerabat dekat mantan ketua KPU kabupaten Luwu utura yang juga dirangkaikan dengan silaturahmi dan temu kangen, Dalam kesempatan tarsebut M.Rajab mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan keimanan di bulan suci Ramadhan.

Wakil ketua Komisi E DPRD Sulsel M Rajab Saat Menggelar Buka Puasa Bersama di Kediamannya Kelurahan Bone, K
ecamatan Masamba, Kabnupaten Luwu Utarea
“Mari kita sama-sama meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan yang suci ini, sebab bulan yang suci ini cuma datang setahun sekali,” Kata M rajab Wakil ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulsel.
Baca Juga :
Wakil ketua komisi E DPRD Sulsel ini juga menyampaikan rasa suka citanya atas kehadiran ratusan masyarakat dan handai taulan meski acara buka puasa bersama di dilanda hujan deras.

Wakil ketua Komisi E DPRD Sulsel M Rajab Saat Menggelar Buka Puasa Bersama di Kediamannya Kelurahan Bone, K ecamatan Masamba, Kabnupaten Luwu Utarea
“Silaturrahmi di bulan suci Ramadan kali ini nilainya berbeda, ditengah kesibukan saya yang sebagian besar habis di ibukota Provinsi Sulsel, tapi sebagai pribadi kampung halaman adalah inspirasi walau kini berstatus wakil rakyat yang tidak saja harus memikirkan nasib Dapil Luwu Raya, tetapi sebagai orang yang diberi amanah mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Komisi E yang mengurusi Pendidikan dan Kesehatan, saya harus juga memberi perhatian pada 24 Kab/Kota di Sulsel, silaturahmi ini terus kami lakukan sebagai bagian pulang kampung dan menyerap aspirasi rakyat,” pungkas Rajab.
Sebelum menyantap hidangan berbuka puasa, acara buka puasa yang di gelar rajab juga di isi tausiyah ramadhan oleh Ustad Drs H Muhammad Alwi M.Si, dalam tausiyah tersebut Ustad menekankan pada aspek keutamaan melakukan pengendalian diri serta manajemen waktu di bulan suci Ramadan.
“Jadilah ulat jangan jadi ular, yang ketika Ramadan usai ia tetap sebagai ular dengan bentuk fisik dan sifatnya, akan tetapi jika menjadi ulat, meski awalnya terlihat menjijikkan namun ia berproses, setelah jadi kepompong dan kemudian menjadi kupu kupu, yang tidak saja sedap dipandang mata, tetapi juga berguna karena membantu penyerbukan tanaman,” tandasnya. (**)




Komentar