TROTOAR.ID, MAKASSAR — Komitmen pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Halid-Aziz Qahhar Muzadkkar dalam mendorong laju perekonomian di sulsel di buktikan dengan keseriusan Pasangan calon nomor urut 1 mendorong pembangunan infrastruktur di Sulsel.


Apa lagi percepatan pembangunan merupakan salah datu programunggulan dari pasangan calon usungan Golkar,NasDem, PKPI, PKB, Hanura dalam menekan ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.
Hal tersenut di ungkapkan Juru bicara NH-Aziz, Muhammad Natsir, dia menganggap program pembangunan infrastruktur pasangan nomor satu mengedepankan azas pemerataan, selaras dengan gerakan membangun kampung.
Baca Juga :
NH-Aziz ingin memastikan pembangunan dan pembenahan infrastruktur tidak hanya dinikmati oleh masyarakat kota, tapi juga pelosok desa. Dengan begitu, tidak lagi terjadi ketimpangan atau kesenjangan.
“Insya Allah, jika NH-Aziz menang maka infrastruktur Sulsel akan lebih berkembang dan merata. Itu karena pasangan ini komitmen membangun infrastruktur secara merata, tidak ada diskriminasi. Pembangunan harus dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik di kota maupun di desa,” ujar Natsir, Sabtu, 26 Mei.
Sederet program infrastruktur NH-Aziz, Natsir melanjutkan pun dirancang bukan atas dasar kemauannya, melainkan merujuk kebutuhan masyarakat. Itu setelah pihaknya berkeliling menyerap aspirasi dan keinginan masyarakat. Tidak heran, bila program-program NH-Aziz, termasuk di bidang infrastruktur sangatlah dinantikan masyarakat. Toh, memang merupakan intisari kebutuhan masyarakat.
“Seperti gerakan membangun di kampung, NH-Aziz siap membangun berdasarkan apa yang menjadi kebutuhan dan potensi daerah. Tidak boleh malah memaksakan kehendak, membangun sesuatu yang tidak dibutuhkan atau tidak tepat sasaran. Misalnya Luwu penghasil kakao, ya pabrik kakao harusnya dibangun di sana, bukan di Gowa,” ujarnya.
Adapun program infrastruktur merata ala NH-Aziz melingkupi pembangunan jalan dan jembatan secara merata; pembangunan jalan baru Makassar-Bone dan Makassar-Bulukumba, rehabilitasi dan pembangunan bendungan, pembangunan jalan dan listrik di daerah terpencil, peningkatan fasilitas bandara di Luwu, Bone, Toraja dan Selayar; serta pembangunan dan peningkatan fasilitas pasar rakyat di kecamatan.
“Tidak kalah penting dan paling ditunggu yakni pembangunan lapangan sepak bola bertaraf internasional di setiap kecamatan. Program ini memiliki banyak dampak positif, mulai dari menciptakan talenta daerah hingga memperkuat gotong royong dan silaturahmi antar masyarakat,” pungkasnya. (**)



Komentar