TROTOAR.ID — Jelang perayaan Idul Fitri 1439 H kenaikan harga bahan kebutuhan lebaran diprediksikan harganya akan melonjak tajam, sehingga pemerintah di minta untuk segera mengeluarkan kebijakan untuk menahan gejolak kenaikan kebutuhan lebaran.
Hal tersebut di sampaikan Founder KAHMI Preneur Kamrusammad, yang mana menurutnya lonjakan harga kebutuhan lebaran akan dapat terjadi -7 H lebaran.
“Kami berharap agar pemerintah segerah mengambil langkah-langkah taktis untuk mencegah lonjakan yang bisa saja terjadi sepekan jelang lebarang tahun ini,” Ungkap Kamrussamad.
Baca Juga :
Salah satu tokoh muda asal Sulsel ini berharap agar oemerintah pemerintah sesegera mungkin melakukan sidak ke sejumlah pasar-pasar untuk melihat dan mengetahui langsung harga kebutuhan lebaran demi menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok minggu terakhir sebelum lebaran.
“Pemerintah harus segera melakikan sidak untuk mengetahui prutuasi harga kebutuhan lebran di pasar, seperti harga beras, gula, daging, dan bahan pokok lainnya,” jelas Mantan Calon Wakil Bupati Pangkep
Dia melihat grafik kenaikan harga kebutuhan pokok saat ini sudah mulai menanjak naik, seperti telur, daging dan beras, dan berharap, Bulog bisa menekan harga dan ketersediaan sembako ada di pasar.
“Kita maunya harga tetap stabil, jangan sampai menjelang hari raya malah memberatkan, masyarakat nantinya,” Tegasnya tokoh muda asal Sulsel
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengklaim harga sembilan bahan pokok akan stabil jelang hari raya Idul Fitri. Pihaknya telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi lonjakan harga. Dalam rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, dirinya melaporkan beberapa harga sembako saat ini.
Menurut dia, pihaknya telah mewajibkan pedagang beras di pasar tardisional menjual beras kualitas medium mulai pertengahan bulan ini. Jika di suatu daerah tidak memiliki stok beras medium, maka pemerintah akan menyediakannya lewat Bulog dengan patokan harga eceran tertinggi.




Komentar