TROTOAR.ID, MAKASSAR– Tingginya angka penyalagunaan narkotika di Sulsel menjadi salah satu perhtian Komisi III DPR RI yang melakukan Kunjungan Kerja di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Bahkan rombongan komisi III lagsung menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah Pimpinan lembaga penegak Hukum, Kejaksaan, BNNP, Kepolisian serta sejumlah kepala Pengadilan Tinggi di Sulsel.
Usai menggelat pertemuan tertutup selama 3 Jam Anggota Komisi III Akbar Faisal dan Wakil Ketua Komisi III Desmond Junaidi Mahesa, menjelaskan jika tingginya penyalahguna Narkoba disebabkan banyaknya simpul-simpul masuknya narkoba di Sulsel.
Baca Juga :
“Memang kami melihat hal tersbeut, sehingga kami berharap pihak kepolisian BNNP dan pemerintah daerah untuk melakukan koordinasi guna menutup simpul-simpul masuknya narkoba di sejumlah wilayah di Sulsel,”Kata Wakil Ketua Komisi III Desmond Junaidi Mahesa,
Politisi partai Gerindra tersebut megaku jika kinerja lembaga penegak hukum di Sulsel masih harus meningkatkan koordinasi. khususnya dalam menekan angka peredaran Narkoba di Sulsel.
Desmond menambahkan jika kekurangan lembaga-lembaga penegakan hukum di Sulawesi Selatan terjadi di perosalan pencegahan tindak pidana yang menurutnya masih perlu ditingkatkan.
“Kami megapresiasi kerja-kerja yang dilakukan selama ini, namun hal itu masih perlu ditingkatkan khususnya dalam bidang koordinasi dengan jajaran pemeritah di daerah dengan baik,” kata Desmond, Senin (30/7/2018).
Dalam reses komisi bidang hukum, HAM dan keamanan ini, seluruh pimpinan lembaga penegak hukum di Sulsel hadir. Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono, Kajati Sulsel Tarmizi, Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Pol Mardi Rukmianto, dan Kanwil Kemenkumham Imam Suyudi adalah beberapa petinggi tersebut.




Komentar