Nurdin Abdullah Lepas Eskpor Jagung ke Jepang

Suriadi
Suriadi

Jumat, 21 September 2018 14:37

Gubernru Sulsel Nurdin Abdullah melepas Ekspor Jagung ke Je[ang (Humas Pemrov Sulsel)
Gubernru Sulsel Nurdin Abdullah melepas Ekspor Jagung ke Je[ang (Humas Pemrov Sulsel)
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) melepas ekspor bonggol jagung ke Jepang sebanyak tiga container dengan jumlah total 75 ton. Pelepasan dilakukan secara simbolis dengan pemecahan kendi. Ekspor ini dilakukan oleh CV. Agro Lestari Mandiri di Pattene, Kabupaten Maros.

“Ini luar biasa, bonggol jagung yang bisa kita ekspor, bagaimana dengan komoditi yang lain,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin, ekspor bonggol ini yang harus ditingkatkan di tengah kenaikan harga dollar terhadap rupiah. Namun disisi lain, penerapan teknologi juga tetap diperlukan. Bonggol sendiri saat ini dapat digunakan sebagai media tanam untuk jamur.

“Jadi bukan hanya jamur, pasti ada yang lain, selama ini menjadi limbah, sekarang menjadi dollar, saya kira ke depan itu, kita mendorong semua komoditas kita orientasi pada ekpsor,” sebutnya.

Nurdin juga menekankan keuntungan dari ekspor bukan hanya dirasakan eksportir, tetapi juga harus dirasakan oleh para petani. Kondisi saat ini, kadang petani menanam jagung hanya saat harganya sedang mahal dan sedang musim tanam, sehingga siklus pertanian seperti ini perlu diperbaiki. Kendala lain yang dihadapi adalah harga jagung yang fluktuatif. Untuk itu perlu ada standar harga jagung serta pinjaman yang aman dan menguntungkan petani.

“Ketika panen raya harga jagung murah, ketika musim tanam harga jagung mahal, oleh karena itu pasar kita ajak, perbankan kita ajak, supaya petani tidak bergantung lagi pada sistem ijon, tidak lagi bergantung pada pinjaman rentenir, jadi perbankan ikut back-up,” harapnya.

Untuk itu dalam waktu dekat pemerintah akan melakukan kerjasama dengan para pengusaha jagung.

Ekspor bongkol ini sendiri dimulai tahun 2011 oleh CV Agro Lestari Mandiri dengan jaringan ekspor pertama ke Korea Selatan. Seiring tahun berjalan, ekspor pun ditingkatkan dan negara tujuan semakin beragam.

Saat ini dalam sebulan dapat mengekspor 150 ton, sedangkan kebutuhan jepang sendiri sebanyak 4.000-5.000 ton. Sebagian besar kebutuhan tersebut dipenuhi dari China dan Vietnam.

Direktur CV. Agro Lestari Mandiri Andi Arifuddin mengatakan, karena berkembang permintaannya, tempat pengelolaan di dekat dengan buyer (pembeli) di Makassar. Saat ini perusahaannya adalah satu-satunya pengekspor untuk di kawasan Indonesia Timur.

“Bahan bakunya dari Gowa, Takalar Jeneponto dan Maros,” jelasnya.

Dengan harga 176 dolar US per ton dan dengan asumsi kurs Rp14.800 per dolar US. Perusahaan ini sendiri dapat meraih omzet sekitar 26,4 ribu dolar US per bulan, atau sekitar Rp4,6 miliar per tahun. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro16 April 2026 19:25
Pemkot Makassar Genjot Realisasi APBD, Munafri Tekankan Akselerasi Program Berdampak
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar mulai menggenjot percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 memasuki tr...
Metro16 April 2026 19:23
Evaluasi OPD, Munafri: Triwulan I Penentu Arah, Jangan Sampai Salah Langkah
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa triwulan I menjadi fase krusial dalam menentukan arah pembangunan sep...
Parlemen16 April 2026 19:19
Bersama Ketua MPR, Kamrussamad Bertemu Duta Besar Arab Saudi
Trotoar.id — Anggota DPR RI, Kamrussamad, mendampingi Ketua MPR RI dalam pertemuan strategis bersama pimpinan pondok pesantren, para ulama, sert...
Politik16 April 2026 19:15
Peluang Ilham Arief Sirajuddin di Musda Golkar Sulsel Tersandung Dinamika Internal
MAKASSAR, Trotoar.id — Peluang Ilham Arief Sirajuddin untuk memimpin Partai Golkar Sulawesi Selatan pada Musyawarah Daerah (Musda) mendatang disebut...