MAKASSAR, Trotoar.id — Peluang Ilham Arief Sirajuddin untuk memimpin Partai Golkar Sulawesi Selatan pada Musyawarah Daerah (Musda) mendatang disebut menghadapi tantangan serius.
Meski sejumlah kader Partai Golkar menjagokan Ilham sebagai kandidat kuat Ketua Golkar Sulsel, dinamika internal dan faktor eksternal dinilai menjadi rintangan yang tidak ringan.
Salah satu sorotan mengemuka terkait posisi sang istri, Aliyah Mustika Ilham, yang saat ini masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Partai Demokrat Kota Makassar.
Baca Juga :
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan etik dan politik dalam kontestasi internal Partai Golkar.
Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni’matullah Erbe, menegaskan bahwa Aliyah hingga saat ini masih sah menjabat sebagai Plt Ketua Demokrat Kota Makassar.
Ia menyebutkan, posisi tersebut didasarkan pada Surat Keputusan DPP Partai Demokrat Nomor 11/SK/DPP.PD/DPC/VI/2025 tertanggal 13 Juni 2025.
Dengan demikian, secara struktural Aliyah masih menjadi bagian dari kepengurusan Partai Demokrat di tingkat kota.
Situasi ini memunculkan spekulasi terkait potensi konflik kepentingan, mengingat Ilham Arief Sirajuddin merupakan kader dan kandidat kuat di Partai Golkar.
Sejumlah pengamat menilai, dinamika lintas partai dalam lingkup keluarga bisa menjadi perhatian serius dalam proses penentuan Ketua Golkar Sulsel.
Di sisi lain, dukungan terhadap Ilham tetap menguat dari sejumlah kader yang menilai rekam jejak dan pengalamannya masih sangat relevan untuk memimpin Golkar Sulsel.
Namun demikian, persoalan ini diprediksi akan menjadi salah satu variabel penting yang mempengaruhi peta persaingan menjelang Musda.
Dengan berbagai dinamika yang berkembang, kontestasi perebutan kursi Ketua Golkar Sulsel dipastikan akan berlangsung ketat dan penuh pertimbangan strategis.



Komentar