KPU Cuekin Usulan Mendagri dan SBY

Suriadi
Suriadi

Selasa, 02 Oktober 2018 00:57

KPU Cuekin Usulan Mendagri dan SBY
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Meski pemerintah telah meminta kepada komisi Pemilihan Umum (KPU) agar menghentikan aementara kegiatan kampanye politik pemilu 2019 di wilayah yang terkena dampak gempa dan tsunami di tolak KPU.

Sebab KPU menganggap pengetikan kampanye bertentangan dengan Undang-undang yang telah mengatur jadwal kampanye pemilu 2019.

“Aturannya, kampanye itu dimulai sejak tiga hari penetapan daftar caleg tetap (DCT) sampai 13 April 2019. Kalau KPU diminta menghentikan kegiatan, tidak mungkin,” kata Wahyu Setiawan anggota KPU RI dikutip dari suara com Senin (1/10/2018)

Baca Juga  Program Macca ala Dilan, Jubir: dari Beasiswa hingga Wifi Gratis Tiap RT

Menurut Wahyu, warga kotavPalu, Donggala dan Sigi saat ini membutuhkan bantuan kemanusiaan, bukan kampanye caleg, sehingga semua parpol dan caleg akan tahu mengkondisikan situasi

Akan tetapi, bencana alam yang merenggut ratusan nyawa tidak dijadikan sebagai komoditas politik atau bahan kampanye parpol maupun caleg, dan para kandidat presiden dan wakil presiden.

“Jadi kampanye tetap dilakukan, tapi bencana itu jangan dijadikan komoditas atau bahan kampanye politik,” tukasnya.

Baca Juga  Mendagri Pecat Bupati Mojokerto

Meski begitu, lanjut Wahyu , juga memaklumi pernyataan menteri dalam negeri Tjahjo Kumolo, dan ketua umum PArtai Demokrat yang berharap agar kegiatan kampanye di hentikan di wilayah bencana alam

“Kami pastikan kampanye tetap dilakukan, tapi jangan menjadikan bencana sebagai komoditas politik.”

Sebelumnya, Tjahjo meminta masa kampanye Pemilu dan Pilpres 2019 di daerah terdampak gempa serta tsunami yang menghantam kota Palu Kabupaten Donggala dan Sigi Provinsi Sulawesi Tengah

Baca Juga  Golkar Unggul Sementara, PKB Salip PDIP, PKS dan Hanura

Kalau ada pertanyaan tolong ditinggalkan dulu hal yang berkaitan dengan peran KPU di daerah dan Panwas untuk pileg dan pilpres,” ujar Tjahjo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/10/2018).

“Kita konsentrasi dulu menyelesaikan tanggap darurat ini. Apa pun, pemilu dan pilpres bisa ditunda sepanjang daerahnya ada bencana, baik di tingkat TPS, kecamatan, desa, maupun kota dan kabupaten,” lanjut Tjahjo seperti dikutip suara.com

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen28 Oktober 2026 20:49
Perjuangkan Hak Daerah atas Keuntungan Tambang, Pansus DPRD Sulsel Temui Kementerian ESDM
JAKARTA, Trotoar.id — Sulawesi Selatan tidak boleh hanya menjadi wilayah eksploitasi sumber daya alam tanpa memperoleh manfaat yang optimal bagi pem...
Metro28 Oktober 2026 20:34
Naoemi Octarina Dukung Sekolah Rakyat, Perkuat Akses Pendidikan dan Masa Depan Anak
MAKASSAR, Trotoar.id — Pendidikan menjadi salah satu kunci untuk memutus mata rantai ketimpangan sosial dan membuka peluang masa depan yang lebih ba...
Daerah28 Oktober 2026 17:08
Barru Bidik Investasi Rp1,7 Triliun, Sekda Teken LoI Pembangunan Pabrik Bawang Putih
MAKASSAR, Trotoar.id — Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, membidik peluang investasi senilai Rp1,7 triliun melalui rencana pembangunan pabrik pengol...
Metro28 Oktober 2026 16:27
Darmawangsyah Muin Resmi Jadi Bupati Gowa Definitif, Tantangan Pembangunan Menanti
MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan pemerintahan Kabupaten Gowa memasuki babak baru. Darmawangsyah Muin resmi dilantik sebagai Bupati Gowa definitif...