Sekrov Sulsel Buka Evaluasi SAKIP

Suriadi
Suriadi

Selasa, 16 Oktober 2018 02:52

Sekrov Sulsel Buka Evaluasi SAKIP
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Penjabat Sekretaris Daerah Sulsel Ashari F Radjamilo membuka Evaluasi Reformasi Birokrasi (RB) dan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota seProvinsi Sulawesi-Selatan di Hotel Arya Duta, Makassar, Senin (15/10).

Adapun kabupaten/kota yang hadir diantaranya, Makassar, Bantaeng Pangkep, Pinrang, Sinjai, Maros, Gowa dan Bone.

“Reformasi birokrasi merupakan syarat mutlak yang harus dilakukan dalam rangka menjawab tuntutan era reformasi, dimana masyarakat Indonesia menghendaki adanya perubahan secara total di segala bidang penyelenggaraan negara,” kata Ashari.

Imbuhnya, seluruh pemerintah daerah wajib melaksanakan reformasi birokrasi secara konsisten. Ini juga sesuai dengan grand disign (rencana besar) Reformasi Birokrasi 2010-2025 yang menegaskan pentingnya penerapan clean goverment and good goverment yang secara prinsip dan universal dibutuhkan oleh masyarakat.

Baca Juga  Amirullah Nur: IAS dan Ulla Sebaiknya Duduk Bersama Bahas Musda PD

Di Sulsel, selama berlangsungnya kebijakan reformasi telah melaksanakan reformasi birokrasi periode I (2010-2014) dan periode II (2014-2019) yang akan berakhir pada tahun 2019.

“Atas dasar itulah, Pemprov Sulsel telah melakukan pembinaan dan monitoring pelaksanaanya,” sebut Ashari.

Sebagai informasi, capaian Birokrasi Pemerintah Provinsi Sulsel pada tahun 2014 nilai RB yakni 44,43 (C), tahun 2015 meningkat menjadi 55,44 (CC), nilai RB tahun 2016 yaitu 57,92 (CC). Pada tahun 2017, nilai PMPRB yang dilaksanakan oleh Inspektorat Provinsi adalah yaitu 69,26.

Dan capaian Nilai Akuntabilitas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2014 nilai Akuntabilitas Kinerja yaitu 56,26 (CC), tahun 2015 meningkat menjadi yaitu 58,04 (CC), dan tahun 2016 yaitu 62,04 (B).

Baca Juga  Ketua TP PKK Sulsel Sampaikan Perlunya Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini

Adapun untuk hasil SAKIP kabupaten/kota tahun 2016 pada Kabupaten Bantaeng sebesar 53,32 (CC), Pangkep 57,56 (CC), Pinrang 56,98 (CC), Sinjai 60,16 (B), Maros 37,29 (C), Gowa 61,16 (B), Bone 41,13 (C), dan Kota Makassar 64,15 (B).

Ashari menyampaikan, pada beberapa perangkat daerah telah dibentuk Tim Reformasi Birokrasi Instansi Pemerintah, tetapi hingga saat ini masih belum bekerja secara optimal, hal ini terbukti dari belum tersusunnya rencana aksi dan tindak lanjut rencana aksi sebelumnya serta belum terbentuknya Agen Perubahan, seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri PAN RB Nomor 14 Tahun 2014.

Baca Juga  Pemrov Sulsel Berangkatkan Tim Kemanusiaan dan Logistik ke Palu dan Donggala

Mantan Penjabat Bupati Bantaeng ini, menekankan, bahwa inti perubahan dari Reformasi Birokrasi adalah perubahan pada mental aparatur. Tetapi perubahan tersebut tidak dapat dilakukan hanya melalui langkah-langkah yang ditujukan langsung kepada aparatur, tetapi juga harus ditujukan kepada seluruh sistem yang melingkup aparatur.

“Dengan demikian, refomasi birokrasi jika dilakukan secara konsisten akan mewujudkan birokrasi pemerintahan yang bersih dan akuntabel, birokrasi pemerintahan yang efektif dan efisien dan birokrasi pemerintahan yang memiliki pelayanan publik berkualitas,” pungkasnya.(*)

Sumber: Humas Pemrov Sulsel 

 Komentar

Berita Terbaru
Metro04 November 2026 17:35
Misi Dagang Sulsel-Jatim Catat Transaksi Rp5,46 Triliun, Andi Sudirman Dorong Perluasan Pasar dan Investasi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat nilai trans...
Metro04 November 2026 17:31
419 Anak Disiapkan Ikuti Sunatan Massal Gratis, Dinkes Makassar Jadikan HUT Kota Momentum Berbagi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Bertambahnya usia Kota Makassar menjadi 419 tahun tidak hanya dirayakan melalui seremoni dan hiburan. Pemerintah Kota Makassa...
Metro04 November 2026 16:27
Penataan Peternakan Panaikang, Appi Cari Jalan Tengah: Relokasi Disiapkan, Modal Usaha Difasilitasi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Penataan kawasan permukiman tidak boleh berujung pada hilangnya mata pencaharian masyarakat. Prinsip itu menjadi pendekatan y...
Daerah04 November 2026 15:48
Pemkab Barru dan Bawaslu Perkuat Sinergi, Pendidikan Politik dan Pengawasan Partisipatif Jadi Fokus Menuju Pemilu 2029
BARRU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru mulai memperkuat sinergi kelembagaan dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Barru s...