Pemuda di Bantaeng Sulap Hutan Pinus Jadi Tempat Wisata

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Minggu, 28 Oktober 2018 08:05

Pemuda di Bantaeng Sulap Hutan Pinus Jadi Tempat Wisata
TROTOAR.ID, BANTAENG — Hari sumpah pemuda, dijadikan momen untuk berkreasi sejumlah pemuda di Bantaeng. Mereka bergotong royong mengubah hutan pinus di Desa Bonto Lojong menjadi tempat wisata yang menarik.

Para pemuda di desa ini bersama-sama warga bergotong royong. Mereka mendirikan tenda, lalu mendesain potongan pohon pinus yang telah tumbang untuk dijadikan spot-spot yang menarik. Selama ini, hutan pinus itu sama sekali tidak difungsikan oleh warga. Sebagian besar warga di daerah itu malah menebang pinus untuk dijadikan areal perkebunan.

Tidak sekedar itu, mereka juga membuat sebuah kegiatan kemah buku yang digelar, Sabtu, 27 Oktober. Di tempat ini, para peserta kemah buku mendirikan tenda. Mereka lalu menikmati suasana sejuk di hutan pinus itu.

“Kami menata hutan pinus ini selama lebih dari sebulan. Kami yakin, hal kecil yang kami lakukan dari pelosok Bantaeng ini bisa membawa perubahan besar untuk Bantaeng dan untuk negara,” kata pembina kemah buku Kebangsaan, Jamal.

Untuk meramaikan hutan pinus itu, pemuda di daerah itu juga mengundang sejumlah penggiat literasi dari sejumlah daerah diundang untuk hadir. Bupati Bantaeng, DR Ilham Syah Azikin juga hadir dalam kegiatan itu. Begitupun dengan sejumlah pejabat Pemkab Bantaeng.
Jamal mengatakan, kegiatan ini dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada Minggu, 28 Oktober. Bagi dia, kegiatan kemah buku kebangsaan ini juga adalah bentuk kreatifitas pemuda di Bantaeng yang menandakan eksistensi pemuda di daerah ini.

“Kami bisa memperlihatkan hal-hal yang dianggap tak menarik, menjadi tempat wisata yang menarik,” kata dia.

Bupati Bantaeng, DR Ilham Syah Azikin memberikan apresiasi pada kreatifitas pemuda di daerah itu. Dia mengatakan, hal-hal seperti ini adalah bukti jika pemuda di Bantaeng masih eksis dan senantiasa bergerak untuk kebaikan daerah.

“Ini menandakan jika momentum sumpah pemuda masih diisi dengan hal-hal yang positif di Bantaeng,” jelas dia.

Dia berharap kegiatan kemah buku kebangsaan yang digelar setiap tahun terus berlanjut. Mantan ketua KNPI Sulsel ini mengaku tiap tahun mengikuti kegiatan Kemah Buku Kebangsaan ini. “Tahun ini, ada perkembangan pesat dari kemah buku yang diselenggarakan jika di banding dengan tahun sebelumnya,” jelas dia.

Dia mengatakan, pemerintah Kabupaten Bantaeng pada dasarnya akan terus mensupport kegiatan-kegiatan kepemudaan. Selama hal itu bisa membawa kebaikan untuk Bantaeng, maka pemerintah akan senantiasa memberikan dukungan.

“Ini adalah bagian dari upaya pembangunan karakter pemuda. Ini adalah suatu yang membanggakan dan sebuah kehormatan untuk Kabupaten Bantaeng,” jelas dia.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bantaeng, Syahrul Bayan juga memberikan apresiasi pada kreatifitas pemuda Bantaeng. Dia mengatakan, Dispora Bantaeng telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan penerbitan untuk mengembangkan minat baca di Bantaeng.

“Bantaeng ini sudah menjadi daerah layak pemuda,” kata dia.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro14 Mei 2026 22:12
Pemprov Sulsel Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD atas LKPJ 2025
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD terhadap Laporan K...
Politik14 Mei 2026 22:08
Kaswadi Siap Sambut Konsolidasi Golkar di Soppeng, Target Perkuat Soliditas Jelang Musda
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Soppeng, Andi Kaswadi Razak, menyatakan kesiapan penuh menyambut agenda konsolidasi DPD ...
Politik14 Mei 2026 18:02
Usman Marham Ajak Kader Jaga Solidaritas Jelang Musda Golkar Sulsel
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pinrang, Usman Marham, mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga soliditas dan kebersam...
Metro14 Mei 2026 16:47
178 Lapak PKL di Mariso Ditertibkan, Pemkot Makassar Utamakan Pendekatan Humanis
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menertibkan sebanyak 178 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang selama puluhan tahun menempati fasilita...