TROTOAR.ID, MAKASSAR – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktifis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi turun kejalan memperingati hari Anti Korupsi dan Hak Asasi Manusia di Pertigaan Hertasning dan Pettarani Makassar, Senin, 10/12/2018.
Dimana, GAM merasa momentum Anti Korupsi dan Hak Asasi Manusia hanyalah seremonial tahunan yang hanya sekedar peringatan tak berpengaruh signifikan terhadap pemberantasan korupsi dan penyelesaian Hak Asasi Manusia di Indonesia.
Jendral Lapangan, Sultan Pratama menuturkan, dalam pandangan GAM saat ini, penembakan yang terjadi di Kabupaten Nduga Papua merupakan momok yamg sangat miris bagi pemerintah Indonesia, pasalnya, tepat satu minggu pasca penembakan yang menewaskan 31 orang pekerja sampai saat ini belum terlihat ketegasan dari pemerintah Indonesia.
Baca Juga :
“Secara nyata musuh ada didepan mata “Teroris”. namun, masih saja dimanja dengan sebutan “KKB” di Pupua memang Saudara-saudara kita, namun Warga Papua yang mengusik dan mengancam kedaulatan Bangsa adalah musuh Negara. NKRI Harga,”tutur Sultan.
Ia melanjutkan, insiden ini bukan kali pertama yang terjadi di Papua, dimana Pada tahun 2017 sampai 2018, diberitakan mulai dari penembakan di Trans Papua, penembakan di Bandara Kenyam, penyekapan tenaga medis dan guru bahkan penembakan yang terjadi pada tanggal 2 desember 2018 di Kabupaten Nduga.
“sudah terlalu banyakmi menelan korban,”tegasnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, jika kejadian ini terkesan adanya pembiaran, karena tidak adanya ketegasan dari pemerintah Indonesia.
“Apakah Negara ini begitu lemah, untuk apa memamerkan alusista TNI-Polri di momentum tahunan dalam peringatan HUT Indonesia, bila memberantas kelompok Separatis sekecil ini saja toh negara tidak mampu,”umbarnya.
Untuk itu, GAM menuntut, agar indonesia melakukan darurat militer di daerah Papua khususnya di Zona Merah seperti Kabupaten Nduga dan sekitarnya.
(Thamrin Latief)




Komentar