TROTAR.ID — Tim Bangungan TNI-POlri yang menyisir distrik Nduga, Mbua, Papua menemukan tiga korban pembantaian sadis oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dibawah Komando Organisasi Papua Merdeka dalam keadaan selamat.
Ketiga korban yang selamat kini telah berada di pos pengamanan TNI di Mbua, yakni Petrus Tondi (42) Toding Allo (21) dan Saputra (26), Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengungkapkan jika ketiga korabn selamat tersebut kini telah diamankan oleh pasukan gabungan TNI-Polri.
“Ada tiga orang yang ditemukan selamat dari insiden pembantaian sadis yang dilakukan kelompok separatis OPM, dan ketiganya kini dalam pengamanan tim gabungan TNI-Polri,” Jelasnya
Baca Juga :
Kamal menjelaskan, informasi penemuan tiga pekerja tersebut berasal dari informasi radio satelit SSB Pos MBua dan SSB Yigi yang memberikan kabar ditemukannya tiga orang selamat dari pengejaran kelompok KKB.
Informasi tersebut didapatkannya, sejak pagi tadi, dan saat ini ketiga pekerja tersebut akan segera di evakuasi oleh personil gabungan TNI-Polri yang mengejar kelompok KKB dibawah kendalai OPM.
Namun ketiga pekerja yang dinyatakan selamat tersebut merupakan pekerja Bangunan Balai desa di distrik Yigi, yang pada saat kejadian kelompok separatis KKB melakukan penyisiran untuk mencari warga pendatang, yang kemudian ketiganya melarikan dirikedalam hutan.
“Mereka adalah pekerja bangunan Balai desa, dan bukan pekerja Istaka Karya yang mengerjakan proyek jalan trans Papua,” Tambah Kamal.
Lanjut Kabid HUmas Polda Papua, dia mengatakan, masih terus berkoordinasi dengan tim di lapangan apakah ketiag korban selamat tersebut akan di evakuasi ke Wamena atau Timika.
“kita masih menunggu koordinasi tim evakuasi, apakah korban akan di evakuasi melalui wamena atau Timika,” Tambahnya.
Lanjutnya jika saat ini personil gabungan yang terdiri dari 40 orang pasukan terlatih TNI-Polri, dari yinif 751 adan brimob Polda Papua masih melakukan pencarian korban yang sat ini belum ditemukan, sekaligus mengejar keberadaan kelompok Separatis sadis yang telah membantai puluhan pekerja di distrik Nguda, Papua. (***)



Komentar