TROTOAR.ID, MAKASSAR — Gerbong mutasi yang dilakuka Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Danny Pomanto di akhir masa jabatannya sebafai wali Kota Makassar, diakuinya sebagai rotasi yang baisa dalam sistem pemerintahan.
meskipun rotasi yang dilakukannya, mendekati masa pemilu, dia beranggapan jika rotasi terseburt tidak memiliki unsur muata politik yang akan menguntungkan satu kelompok nantinya.
“Masa jabatan saya sisa enam bulan lagi. Mutasi yang dilakukan bukan bagian dari intrik politik atau mutasi karena kepentingan politik saya. Tetapi semua ini saya lakukan untuk Kota Makassar. Karena saya sudah tidak punya kepentingan apa-apa lagi,” Ungkap Danny Pomanto.
Baca Juga :
Danny juga mengaku bila ada pihak yang menganggap mutasi dilakukan untk kepentingan pilkada dianggap itu sebuah kekeliruan, mengingat pilkada Makassar baru akan di gelar pada pertengahan 2020, sehingga ungkapan tersebut jelas keliru.
Danny mengaku jika salahs atu kepentingan yang di emabngnya saat ini adalah kepentingan bagaimana masyarakat Kota Makassar dapat terlayani dengan masksimal agar Makassar tidak mengalami kemunduran, saat dirinya tidak lagi menjabat.
“Selama empat tahun lebih saya menjabat. Saya sudah tahu, mana pejabat yang harus dipertahankan, mana yang harus ganti, dan yang perlu diperkuat, dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik bagi kota Makassar,” ungkapnya.
Bahkan Danny mengaku, setelah menganti sejumlah camat, dirinya juga akan melakukan muasi untuk pejabat eselon II atau kepala OPD Saat melepas jabatan Wali Kota Makassar pada 8 Mei 2019 mendatang, dirinya mengambil langkah itu agar pejabat di birokrasi benar-benar memiliki integritas dan loyalitas yang tinggi
“Jadi tidak ada urusannya sama politik. Pejabat yang saya berikan jabatanpun bukan karena faktor kedekatan. Tapi karena kinerja serta loyalitas mereka dalam pekerjaan. Ini murni untuk Makassar,” pungkasnya.(***)



Komentar