MAKASSAR, Trotoar.id — PDI Perjuangan Sulawesi Selatan memasuki momen penentu. Besok, Senin (24/11/2025), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan akan membuka Konferensi Daerah (Konferda) DPD PDIP Sulsel yang akan menetapkan nahkoda partai untuk periode mendatang.
Isu utama yang mencuat jelang Konferda ini adalah siapa figur yang akan diberi mandat oleh DPP untuk memimpin PDIP Sulsel:
Andi Ridwan Wittiri (ARW) ketua petahana yang sudah dua periode menjabat, atau Justru Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto Mantan calon Gubernur Sulsel yang diusung PDIP yang belakangan disebut-sebut sebagai kandidat kuat.
Baca Juga :
Sejumlah nama kandidat sudah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPP. Selain ARW dan Danny Pomanto, ada pula:
Rudi Pieter Goni Sekretaris DPD, Bendahara PDIP Sulsel Alimuddin, Ketua Bappilu PDIP Sulsel Risfayanti Muin, Wakil Ketua PDIP Sulsel Andi Ansyari Mangkon, Ketua DPC PDIP Luwu Andi Admiral Kaddiraja
Meski demikian, kewenangan penuh penentuan ketua tetap berada di tangan DPP. PDIP dikenal sebagai partai dengan mekanisme kaderisasi ketat dan keputusan terpusat, sehingga arah dukungan final akan sangat ditentukan oleh pimpinan pusat.
Konferda besok dianggap sebagai momen krusial yang bisa memunculkan babak baru dalam sejarah PDIP Sulsel.
ARW yang sudah memimpin selama dua periode dinilai sebagian kader perlu digantikan demi penyegaran.
Namun, kelompok lainnya menilai ARW masih memiliki basis dukungan kuat, pengalaman panjang, dan hubungan baik dengan struktur partai, sehingga peluangnya mempertahankan kursi tetap terbuka.
Di sisi lain, kemunculan Danny Pomanto sebagai kandidat disebut membawa warna baru dalam dinamika internal.
DP dikenal memiliki elektabilitas kuat dan jejaring politik yang luas di tingkat daerah maupun nasional, membuat persaingan semakin sengit.
Konferda akan menjadi ajang konsolidasi pasca-Pemilu 2024 dan wadah untuk merumuskan strategi pemenangan partai ke depan.
Selain membahas program kerja, forum ini juga menjadi arena penentuan apakah PDIP Sulsel akan dipimpin figur lama atau mengalami pergantian.
Formulasi pemilihan ketua nantinya akan ditentukan bersama melalui mekanisme yang berlaku baik melalui voting oleh DPC se-Sulsel maupun musyawarah mufakat sesuai arahan DPP.
Pengamat politik DR. Samsul Bahri menilai hasil Konferda ini akan memberi sinyal penting, dalam konsolidasi Partai, jikapun terjadi pergantian, itu berarti DPP ingin membawa energi baru dan strategi berbeda untuk Sulsel.
Dan jika ARW bertahan, itu menandakan DPP masih menilai kepemimpinannya stabil dan efektif menjaga soliditas partai.
Konferda yang akan dihadiri pengurus DPP, DPD, DPC, badan partai, hingga anggota legislatif PDIP ini diprediksi menjadi salah satu yang paling dinamis dalam sejarah PDIP Sulsel.
Keputusan final akan ditetapkan melalui sidang pleno dan diumumkan setelah forum resmi ditutup.
Apakah PDIP Sulsel tetap di bawah kepemimpinan Andi Ridwan Wittiri? Atau DPP akan mengusung figur baru seperti Mohammad Ramdhan Danny Pomanto sebagai ketua berikutnya?
Jawaban resminya akan terungkap besok di Konferda. (*)




Komentar