TROTOAR.ID, MAKASSAR –Aksi penipuan empat pemuda asal Sulawesi Selatan dengan dengan modus minta pulsa atau minta transfer uang kepada para pejabat/anggota TNI melalui kloning aplikasi WhatsApp (WA) berakhir sudah.
Setelah satuan intel Kodam XIV Hasanuddin di bawah komando Danintel Kodam XIV Hasanuddin Letkol Kav Amran Wahid, membekut keempat pelaku di tempat terpisah dua pelaku AL dan AS di amankan di Kota Palopo dan dua lainnya EG dan AF diamankan di tempat berbeda.
Selain mengamankan keempat pelaku, Danintel Kodam XIV Hasanuddin menyebutkan, anggotanya juga menagamnakn sejumlah barang bukti berupa foto-foto perwiran TNI dan samrthphone yang digunakan dalam melancarkan aksinya.
Baca Juga :
“Empat terduga pelaku berhasil kita tangkap dan mereka ini (Pelaku) adalah satu jaringan yang terorganisir. Kedua pelaku yang berinisial EG dan AF masih berstatus mahasiswa. Jaringan pelaku lainnya masih kita terus dalami,” jelas Amran Wahid di kutip dilaman liputan6
Lanjutnya, jika pihaknya tidak akan memeberikan ruang bagi siapa saja yang mencoba merusak atau mencemarkan nama KOdam, sehingga tindakan tegas akan dilakukan terhadap para pelaku.
Letkol Amran menjelaskan, meski telah mengamankan empat pelaku, pihaknya juga masih terus mengejar jaringan dan kelompotan pelaku kloning Whatsaap yang selama ini meresahkan dan telah merusak citra Kodam.
Bahkan untuk membongkar jaringan penipuan yang mengatasnamakan petinggi TNI, pihakya membentuk tim yang melakuakn penyelidikan mendalam terhadap karakter pelaku dalam melakukan penipuan dan hal hasil tim yang di bentuk berhasail mengamankan para pemuda yang melakukan penipuan mengatasnamakan petinggi kodam.
Amran menjelaskan dalam menjalankan aksinya para pelaku tidak hanya beroperasi di Sulsel tapi berkaitan dengan berbagai korban di beberapa daerah di Indonesia. Mereka merupakan sindikat yang bekerja dan memiliki alat teknologi sistem aplikasi IT yang canggih dan dibuat sendiri oleh kelompok tersebut.
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan aplikasi khusus untuk mangambil akun WA/FB orang lain, yang dikendalikan oleh operator IT yang saat ini masih dalam pengembangan oleh tim Kodam Hasanuddin.
”Tentunya kita berharap dalam waktu dekat ini dapat terungkap secara keseluruhan dari sindikat dan jaringan kelompok penipuan berbasis IT ini,” jelas Amaran.
Bahkan pengungkapan pelaku penipuan yang mengatasnamakan petinggi Kodam, tidak akan berhenti begitu saja, pihakya juga akan terus megejar jarinan atau kelompotan keempat orang yang diamankan tersebut.




Komentar