Tim Khusus Bentukan Kapolri, Bekerja Selama Enam Bulan

Suriadi
Suriadi

Sabtu, 12 Januari 2019 02:51

Kapolda DKI, Irjen Pol IDham Aziz
Kapolda DKI, Irjen Pol IDham Aziz

TROTOAR.ID, Makassar — Setahun lebih sudah kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan terjadi, namun otak pelaku penyiraman belum juga tertangkap, sehingga Kapolri Jendral Tito KArnavian membentuk tim Khusus Mengejar pelaku penyiraman dan otak dari peristiwa tersebut.

Kapolri menunjuk Kapolda DKI Irjen Pol Idham Aziz sebagai komando tim khusus yang dibentuk Kapolri. teim tersebut melibatkan sejumlah jendral di institusi kepolsian dan para pakar yang nantinya tim tersebut berkoordinasi langsung dengan Kapolri.

Baca Juga  Komisi VI RDP Bersama PTPN, La Tinro: PTPN XIV Tidak Berkontribusi Bagi Warga Enrekang 

“Benar, Kapolri sudah mengeluarkan surat perintah tersebut atas tindak lanjut rekomendasi Komnas HAM terhadap ranah kepolisian dalam mengusut kasus penyiraman air keras,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019) dikutip sindonews.

Selain melibatkan para jendral bintang tiga, Kapolri juga mengandeng sejumlah pakar, termasuk mantan wakil ketua KPK Indriyanto Seno Adji, Hermawan Sulistyo peneliti LIPI, Amzulian Rifai, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti dua mantan Komisioner Komnas HAM Nur Kholis serta Ifdhal Kasim, dan Ketua Setara Institut e Hendardi, , dan

Baca Juga  Polda Sulsel Siapkan 3.500 Personil Kawal Lebaran dan Arus Mudik

Iqbal mengungkapkan tim khusus bentukan Kapolri tersebut akan fokus manangani kasusu yang dialami Penyidik KPK Novel Baswedan, beranggotakan 65 orang, selain dari pihak kepolisian dan keterwakilan Densus 88, Kapolri juga melibatkan, keterwakilan unsur KPK, tokoh masyarakat, pakar dan pihak lain yang dibutuhkan.

Pembentukan tim khusus tersebut berdasar dari hasil rekomendasi Komnas HAM, dan tim yang dibentuk kapolri tersebut akan bertugas sejak SK diterbitkan pada 8 January 2018 hingga Juli 2019,

Baca Juga  Pengadilan Tinggi DKI Perberat Hukuman Syahrul Yasin Limpo Menjadi 12 Tahun Penjara dan Denda Rp44 Miliar

“Tim nantinya akan bekerja selama enam bulan kedepan, berdasarkan Surat tugas yang berlaku selama enam bulan,” jelas Iqbal.

Diketahui, jika Komnas HAM telah menyelesaikan laporan hasil pemantuan terhadap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan, yang salah sati rekomendasinya Komnas HAM adalah pembentukan tim gabungan untuk mengusut kasus Nvel Baswedam

“Tim gabungan untuk mengungkap fakta, peristiwa dan pelaku penyiraman air keras kepada Novel yang terjadi pada 11 April 2017,” ujar Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik06 November 2026 22:26
Ribuan Massa Padati Harlah ke-15 NasDem di Sidrap, 212 Kader Penggerak Resmi Dilantik
SIDRAP, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-15 Partai NasDem di Sulawesi Selatan menjadi momentum konsolidasi kekuatan politik partai hin...
Metro06 November 2026 21:02
IPM Sulsel 2026 Tembus 76,66, Bone Catat Pertumbuhan Tertinggi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kualitas pembangunan manusia di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pemban...
Politik06 November 2026 16:39
IAS Minta Pengurus Golkar Sulsel Melek Media dan Digital, Jangan Gagap Zaman
JAKARTA, TROTOAR.ID — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar di...
Daerah06 November 2026 15:36
Langkah Sidrap Membangun Kesejahteraan Berbuah Anugerah Cita Negeri 2026
JAKARTA, TROTOAR.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan, da...