TROTOAR.ID, MAKASSAR — Jelang pemilihan presiden dan wakil residen 17 april mendatang, sejumlah lembaga survey berlomba-lomba membeberkan hasil survei yang dilakukan sepanjang tahapan pilpres berjalan.
Bahkan puluhan lembaga telah merilis hasil survei yang dilakukannya diawal tahun 2019, hingg asejumlah lembaga survei masih menjagokan incumbent dalam survei yang di gelarnya.
Menyikapi hal tersebut, ekonom, Rizal Ramli mengaku, jika tidak semua hasil survei dapat dipertanggung jawabkan atau sepenuhnya benar. Bahkan diakuinya jika elektabilitas pasangan Jokowi dan Prabowo berdasarkan sejumlah survei mencapai sekitar 20%.
Baca Juga :
Dia juga megambarkan pada pilres 2014 lalu, dirinya yang berada di kubu Jokowi, Mantan Menko Ekuin menilai hasmpir sebagian lembaga survei hasilnya berbeda dengan hasil akhir.
“Saya tak punya perusahaan polling. Saya bertemu langsung dengan khalayak di jalan. Kami simpulkan waktu itu Jokowi effect (efek) hanya 2%. Apa yang terjadi? Jokowi terpilih jadi presiden dan PDIP hanya naik dari 16% ke 18%,” papar Rizal di Jakarta, Rabu (16/1/2019) seperti dikutip inilah.com
Oleh karena itu, Rizal berharap agar, semua pihak tidak terpengaruh dari hasil surbei yang dirilis saat ini, apa lagi lembaga survei berlomba-lomba mepublikasi hasil riset yang begitu marak belakangan ini.
Menurutnya, lembaga polling hanya sebuah alat untuk membangun opini, dan propaganda politik. Apa lagi trasparansi anggaran yang digunakan lembaga survei tidak jelas asal usulnya dari mana Sumber dananya.
“Hari ini lembaga polling yang yang bilang Jokowiunggul dari parabiwo 20 persen lebih. Saat jaya-jayanya, Mas Jokowi cuma dapat 52-53%. Kok hari ini ada yang klaim lembaga survei Jokowi dapat 56%. Yang benar saja,” sergahnya.
Bahkan mantan menko perekonomian tersebut juga mengaku, jika dirinya memiliki data sendiri mengenai jarak elektabilitas antara Jokowi vs Prabowo.
“Sebenarnya selisih antara Jokowi-Prabowo berada di bawah 10 persen, dimana jokowi stagnan, semntara lawannya memiliki trand kenaikan yang cukup signifikan berkisar 20%. Nah, kalau mau menang, Prabowo-Sandi harus menang double digit (dua digit lebih),” tandas Rizal.




Komentar