Home / Hukum / Metro

Sabtu, 16 Februari 2019 - 20:48 WIB

Aktifis Lingkungan Pastikan Kawal Kasus Dugaan Ilegal Mining Bos Toko Emas Bogor

TROTOAR.ID, MAKASSAR – Para Lembaga penggiat Lingkungan Hidup di Sulsel kini bersatu memantau jalannya sidang perkara dugaan tindak pidana penambangan emas ilegal (ilegal mining) yang telah menjerat bos toko emas Bogor di Jalan Buru Makassar.

Dimana, agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa dalam kasus dugaan penambangan emas ilegal di Timika, Papua akan berlangsung di Pengadilan Negeri Makassar pada tanggal 27 Februari 2019 nanti.

Badan Lingkungan Hidup Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sulsel yang meminta Majelis Hakim agar profesional dalam menyidangkan perkara dugaan pidana penambangan emas ilegal (ilegal mining) yang telah mendudukkan bos toko emas Bogor, Jemis Kontaria sebagai terdakwa.

Baca Juga  Surya Paloh ke Makassar, Troy mengawal

“kami meminta aparat penegak hukum (Hakim dan Jaksa) untuk tidak silau dengan perkara tambang emas ilegal yang melibatkan owner toko emas Bogor,” kata Achmad Yusran, Ketua Badan Lingkungan Hidup MPW Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan via pesan singkat, Sabtu (16/2/2019).

Ia menilai sejak awal ada kejanggalan dari proses hukum bos toko emas Bogor sejak masih berstatus tersangka. Dimana sejak dilimpahkan penanganannya dari Kepolisian ke Kejaksaan kemudian berlanjut ke Pengadilan, bos toko emas Bogor itu seakan diperlakukan istimewa yakni diberikan toleransi hanya sebatas tahanan kota.

Baca Juga  MPC PP Bantah Terima Dana Hibah

Padahal, kata Yusran, jika dilihat dari dugaan perbuatan pidana yang menjeratnya, justru ancamannya diatas 5 tahun, karena perbuatannya sangat berpotensi bisa berulang.

Aktifitas penambangan emas (Ilegal Mining ).(foto:ist)

Menurutnya, hingga saat ini usaha yang dilakoni terdakwa masih seputaran usaha penjualan emas.

“Kami pastikan juga akan turun memantau sidangnya agar berjalan sesuai dengan amanah Undang-undang. Dan berharap perkaranya dibuka secara tuntas jangan sampai dibalik perkara ini juga ada unsur pencucian uang (money loundry),” jelas Yusran. (tmr)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Bertambah 30 Kasus, Total Pasien Corona di Sulsel 577 Orang

Metro

Diperintahkan Inspektorat, Gubernur Akan Copot Kabiro Umum

Metro

Pemprov Sulsel Serahkan Bantuan APD untuk KPU Sulsel

Metro

Bertemu Pimpinan DPRD Sulsel Kaukus Masjid 99 Kubah Kumpulkan Rp 400 Juta Untuk Pembangunan Masjid

Metro

Pastikan Ditangani dengan Baik, Rudy Kunjungi Lokasi Kebakaran di Kerung-Kerung

Hukum

Aktivis dan Jurnalis di Sulsel Tolak Kriminalisasi Terhadap Tim Indonesialeaks

Metro

Pemkot Makassar Tutup Paksa Usaha Yang Melanggar PSBB Dengan Semprotan Air

Daerah

Ketua PKK Ajak Warga Bantaeng Manfaatkan Pekarangan sebagai Sumber Gizi