TROTOAR.ID, MAKASSAR — Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andri Arief Bulu menanggapi pernyataan para camat sekitar Makassar yang mengaku video dugaan dukungan kepada calon presiden dan Wakil Presiden merupakan hasil karya manipulasi atau editan.
Andry mengaku jika para camat tersebut mengelak, dirinyaenganggap hal tersebut sah-sah saja. Dan kami dari pihak BPN menyerahkan sepenuhnya pemeriksa dugaan pelanggapan UU Pemilu kepada Bawaslu, sebagai lembaga yang ditunjuk negara untuk menangani dugaan pelanggaran Pemilu.
“Sah-Sah saja mereka mengungkapkan jika itu video editan atau apakah, yang jelas finallisasinya nanti berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Bawaslu, “Ungkap Andry Arief Bulu.
Andri juga mengaku jika BPN siap mengawal dan memberikan bantuan kepada bawaslu Suls jika ada keterangan yang dibutuhkan, termasuk mempersiapkan ahli telematika yang akan mengecek kebenaran asli tidaknya video yang beredar luas tersebut
Bahkan menurut Andry jika BPN juga akan mengawal proses pemeriksaan yang dilakukan bawaslu, termasuk menghadirkan sejumlah bukti yang akan menguatkan laporna yang dilayangkan oleh sejumlah pihak.
Mengingat video dukungan para camat bukan saja dilaporkan dari partai Gerindra, melainkan sejumlah kelompok masyarakat ikut melaporkan camat sekitar makassar yang ada dal video tersebut.
“Kita akan mensupport Bawaslu apa-apa yang di butuhkan untuk mproses laporan pelanggaran pemilu yang diduga dilakukan para camat sekota Makassar, termasuk jika membutuhkan ahli telematika bisa kita siapkan, “Jelasnya
Andry menambahkan laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan para camat tidak saja dilaporkan di Bawaslu Sulsel, maupun BawaslubRI, akan tetapi hal tersebut juga dilaporkan di Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menertibkan para ASN yang terlibat politik praktis pada pemilu serentak kali ini.
Andri berharap agar kiranya bawaslu dan Komisi ASN dapat melakukan proses pemeriksa nama dugaan pelanggaran yang dilakukan para camat se Kota Makassar dengan cara profesional demi menjunjung tinggi netralitas ASN dalam proses politik.
“Harapan kita agar bawaslu dan Komisi ASN bisa bekerja secara profesional dan segera memproses laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh camat se Kota Makassar, ” Pungkasnya




Komentar