TROTOAR.ID, PAPUA — Pasca tewasnya tiga personil pasukan elit TNI di Papua, akibat serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka, TNI menurunkna 600 personil TNI diterjunkan mengejar dan memutus jalur logistik dari kelompok OPM tersebut
600 personil tersebut berasal dari Kodam XIV Hasanuddin yang di perban tukan untuk mengawal proses pengerjaan proyek infrasg4ktur jalan Trans Papua yang afandi Kabupaten Nduga Papua.
Pasukan TNI yang diperbantukan tersebut juga nantinya akan di tempatkan di sejumlah perkampungan, yang mana tujuan penempatan pasukan TNI di Perkampungan untuk menghalau distribusi logistik yang akan di berikan kepada pasukan OPM
Baca Juga :
“Sekarang dengan masuknya TNI, kami berharap bisa memutus jalur dan sumber logistik akan terputus, karena sumber logistik dari kampung,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Muhammad Aidi, dihubungi, Sabtu, 9 Maret 2019 dikutip Tempo
Pemutusna jalur logistik bagi kelompok KKB menjadi bagian dari strategi untuk menaklutkan kelompok separatis yang ada di Papua, agar kelompok KKB tidak dapat bertahan lama di dalam hutan.
Penempatan pasukan tambahan TNI di perkampungan yang merupakan jalur pendistribusian logistik bagi kelompok KKB, selain situ, pihak TNI juga akan melakukan pengawasan pembangunan proyek infrastruktur jalan Trans papua.
“Termasuk di Distrik Mbua, Digi, Paro Atas, Paro Bawah, dan Mugi. Di distrik Mugi, sejumlah anggota TNI diserang oleh KKB pimpinan Egianus, ” Tambahnya
Selain itu, personil TNI Polri juga akan mengejar keberadaan pimpinan KKB Egianus Kogoya baik hidup maupun mati.
Sebelumby adi ketahuan KKB OPM telah menyerang pasukan TNI yang menjaga pelaksanaan proyek pembangunan jalan transaksi Papua Dalam insiden itu, 3 prajurit TNI tewas, sementara di pihak KKB sekitar 10 orang tewas.



Komentar