Mahasiswa Bulukumba vs Polisi Baku Hambur di Halaman Gedung DPRD Sulsel

Suriadi
Suriadi

Senin, 01 April 2019 17:06

Mahasiswa Bulukumba vs Polisi Baku Hambur di Halaman Gedung DPRD Sulsel

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Aksi Mahasiswa Kabupaten Bulukumba yang digelar di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD);Sulsel berujung apda ricuh saat sejumlah mahasiswa ingin menerobos masuk kedalam gedung DPRD Sulsel sambil membakar ban bekas.

Aksi mahasiswa tersebut dihalangi oleh sejumlah anggota kepolisian yang telah mengawal proses aksin demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa asal kabupaten Bulukumba.

Keributan terjadi saat sejumlah Mahasiwabyang mengatasnamakan Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba
hendak membakar ban bekas di depan pintu utama DPRD Sulsel, namun aksi dihalangi oleh pamdal keamanan DPRD Sulsel dan aparat kepolisian yang merebut ban bekas yang hendak di bakar mahasiswa.

Keributan baru redah setelah wakil Ketua DPRD Sulsel Ni’matullah Erbe menemui para pengunjuk rasa,  dan menyampaikan jika hari ini senin tak satupun pimpinan komisi E dan Anggota hadir mereka semua lagi melakukan kegiatan diluar kantor.

“Tidak ada pimpinan dan anggota Komisi E, mungkin mereka sedang kampanye. Perlu juga kali tahu (para mahasiswa), anggota dewan itu tidak sama dengan PNS harus selalu ada kantor. Kalau anggota dewan kalau tidak ada agenda tidak mesti masuk kantor,” Kata NI’matullahbdihadaapn puluhan Mahasiswa KKMB

Meski wakil ketua DPRD Sulsel telah menyampaikan jika pimpinan dan anggota Komisi Eropa tidak ada di tempat para mahasiswa gotot untuk tetap ingin bertemu dengan komisi E yang membidangi kesehatan, sosial  dan olahraga.

Mereka tetap ingin menerobos untuk melihat secara v langsung ruang komisi E yang berada di lantai 7 gedung tower DPRD Sulsel yang berada di jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar


“Kami ingin bertemu dengan Ketua Komisi E,” kata Jendral Lapangan Aksi Unjuk Rasa, Arnandi Aksa.

Adapun tuntutan Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba yakni, Copot kepala dinas Bulukumba, Kepala PKM Herlang (mutasi keluar daerah) dan copot Koordinator Perawat PKM Herlang (mutasi keluar daerah).

Sementara itu, Jafar Sodding menjelaskan bahwa persoalan copot-mencopot sesuai dengan tuntutan mereka, bukan kewenangan DPRD Sulsel maupun Gubernur.

“Yang punya kewenangan mencopot itu bupati,” pungkasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik08 Agustus 2026 19:22
Golkar Sulsel Siapkan Roadshow ke 16 Daerah, Konsolidasi Musda Kabupaten-Kota Mulai Dikebut
MAKASSAR, Trotoar id — DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin organisasi menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II...
Metro08 Agustus 2026 19:03
detiktimur Awards Soroti MYP Gubernur Sulsel, Infrastruktur Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Antarwilayah
Trotoar.id — Pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan memasuki fase baru. Skema Multi Years Project (MYP) yang diterapkan Pemerintah Provinsi S...
Politik08 Agustus 2026 17:47
Markas Baru Mulai Dipoles, NasDem Sulsel Siapkan Konsolidasi Akbar
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan mulai memoles markas barunya di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan ...
Daerah07 Agustus 2026 22:55
HUT RI ke-81 di Barru Dibuka Meriah, Gebyar UMKM Jadi Etalase Ekonomi Rakyat
BARRU, Trotoar.id — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Barru resmi dimulai. Alun-Alun Colli...