TROTOAR.ID, — Keterlibatan Ketua Umum PPP Romahurmuzy dalam pusaran Korupsi yang diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi salah satu alasan mengapa sejumlah masyarakat enggang memilih Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Bahkan Survei Charta Politika Indonesia mengungkapkan jika elektabilitas PPP sebagain partai Islam mulai tergerus, pasca terbongkarnya bobrok ketua umum PPP yang bermain dalam jual beli jabatan di kementrian Agama.
“Harus diakui PPP mengalami guncangan politik terutama ketika ketua umumnya (Romahurmuziy) kena operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK),” kata Direktur Riset Charta Politika Indonesia Muslimin di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 4 April 2019 dikutip Medsos
Baca Juga :
Menurut Muslimin, PPP sebagai partai Islam pada pemilu 2014 lalu mampu memperoleh 6,5 persen suara, dan perolehan tersebut terpuruk pasca mantan ketua umum PPP Romahurmuzy dijerat KPK
Apa lagi berdasarkan tranding terlihat survei PPP sejak Desember 2018 hingga maret kemarin terus mengalami penurunan, bahkan dari posisi 4,2 persen pada Desember hingga menjadi 2, 4 persen pada Maret 2019.
“Kebetulan survei kita dilakukan saat OTT. Penurunan ini sedikit banyak berpengaruh karena ketumnya kena OTT,” jelas Muslimin.
Surbei yang dilakukan Charta Politika Indonesia pada 19-25 Maret 2019 dengan menggunakan metode wawancara tatap muka langsung dengan menggunakan kuesioner terhadap 2.000 responden di 34 provinsi.
Diketahui jika KPK mengamankan Romaharmusiy diakhir Februari kemarin, dan ditetapkan tersangka kasus suap oleh KPK dalam kasus jual beli jabatan dikemenag.




Komentar