TROTOAR.ID, JAKARTA — Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei dalam memotret peluang partai politik untuk dapat lolos dari syarat ambang batas yang diatur dalam UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu
Hal hasil LSI memprediksi dari 16 partai Politik cuma Lima paratai politik yang dianggap dapat lolos dengan sempurna ke senayan sementara 11 partai lainnya harus berjuang keras Jelang hari pencoblosan.
Baca Juga :
“Jika kita melihat hasil rekaman survei cuma Lima parpol yang lolos secara aman keparlemen karena elektabilitasnya konsisten diatas empat persen yaitu PDIP, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat dan PKB,” kata peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, Jakarta, Jumat (5/4).
Dimana elektabilitas kelima partai yang dipastikan lolos Parliamentary Threshold (PT) 4 persen yakni PDIP 24,6 persen, Gerindra 13,4 persen, Golkar 11,8 persen, Demokrat 5,9 persen, PKB 5,8 persen
Sementara partai politik yang berpeluang untuk mengikuti jejak kelima partai diatas adalah Perindo, PKS, dan PAN yang tingkat elektabilitasnya berada diangka 3 persen lebih.
Dan partai yang sebelumnya meriah kursi di senayan seperti NasDem, Hanura, PPP harus berjuang keras untuk mampu ikut serta meraih tiket kesenayan, mengingat tingkat elektabilitas ketiga partai tersebut berada dibawah tiga persen
“Cuma Perindo partai pendatang baru yang cukup berpeluang untuk meraih tiket kesenayan, meskipun ada PKS dan PAN yang membuntuti Perindo,” ungkap Rully.
Rully mengungkapkan, selain pengaruh partai politik variabel lainbyang harus diperhatikan n adalah viguritas caleg yang menjadi penunjang untuk dapat menhan kat perolehan suara partai dalam pemilu nantinya
Rully mengatakan berdasarkan hasil survei pihaknya, pengaruh caleg justru berdampak besar terhadap peluang partai politik masuk ke parlemen dalam Pemilu 2019.
“Jika menghitung secara populasi nasional, pengaruh caleg terhadap suara dan posisi partai sebesar 15,6 persen. Artinya suara dan posisi parpol di Pemilu 2019 sangat ditentukan kemampuan partai tersebut mengoptimalkan pengaruh caleg terhadap partai,” kata Rully.
Dia mengatakan, posisi dan dukungan parpol tidak hanya ditentukan persepsi dan kesan parpol di mata pemilih, namun faktor caleg yang dicalonkan di setiap daerah pemilihan (dapil) memiliki kontribusi besar pada posisi parpol.
Rully menjelaskan berdasarkan survei LSI Denny JA, sebesar 60,3 persen responden menyatakan lebih mempertimbangkan memilih caleg yang dikenal.
“Dan hanya 26,6 persen publik yang menyatakan lebih mempertimbangkan memilih parpol, lalu 13,1 persen tidak menjawab,” ujarnya.
Selain itu, responden yang menjawab tidak tahu atau tidak jawab atau belum memiliki pilihan mencapai 20 persen.
Survei LSI Denny JA itu dilakukan pada 18-26 Maret 2019 dengan menggunakan metode multistage random sampling yang melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi.
Survei tersebut menggunakan metode wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan margin of error +/- 2,8 persen.
Berikut Elektabilitas Parpol Berdasarkan Survei Terbaru LSI Denny JA:
1. PDIP 24,6 persen
2. Gerindra 13,4 persen
3. Golkar 11,8 persen
4. Demokrat 5,9 persen
5. PKB 5,8 persen
6. Perindo 3,9 persen
7. PKS 3,9 persen
8. PAN 3,1 persen
9. PPP 2,9 persen
10. NasDem 2,5 persen
11. Hanura 0,9 persen
12. Berkarya 0,7 persen
13. PBB 0,2 persen
14. PSI 0,2 persen
15. PKPI 0,1 persen
16. Garuda 0,1 persen



Komentar