Dirlantas Diminta Segera Hentikan Praktek Monopoli Kepada Masyarakat

0
38

TROTOAR.ID,MAKASSAR – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum Dan Ham (AMP-HUMA) menggelar aksi unjuk rasa depan kantor Satlantas Polda Sulsel di jalan Appeterani, Jum’at (12/04/2019).

Massa aksi menuntut agar pihak kepolisian sebagai aparat pengayom dan penegak hukum di Repoblik Indonesia ini tidak melakukan gerak tambahan dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan UU Nomor 22 tahun 2002 tentang tugas dan fungsi kepolisian.

Masa aksi juga menuntut Dirlantas Polda Sulsel untuk menghentikan praktek monopoli terhadap masyarakat, dimana banyak laporan serta data dilapangan yang ditemukan oleh AMP-HUMA.

Baca Juga  Pemprov Genjot Reformasi Birokrasi di Sulsel

Diantaranya, pembekakan adminisrasi surat tanda coba kendaraan (STCK), beredarnya STNK kosong, pungutan biaya blangko pas jalan, termasuk perpanjangan SIM melalui mobil SAMSAT keliling yang tidak sesuai dengan uu no. 22 tahun 2009 dan peraturan pemerintah no. 60 tahun 2010 tentang jenis dan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang di jabarkan dalan lembaran pernyataan sikap dari AMP-HUMA.

Baca Juga  Danny Pomanto Buka Bimtek Penasehat Wali Kota

Jendral lapangan Rahmatullah mengatakan, aksi ini murni kami lakukan karena kami melihat keresahan mesyarakat serta kecurangan yang coba dilakukan pihak kepolisian dalam hal ini Satlantas Polda Sulsel yang sudah tidak sesuai dengan hukum serta tugas dan fungsi mereka sebagai aparat kepolisian.

Hal itu pun dibuktikan dengan beberapa masalah yang sudah ditemukan dilapangan, sehingga kami menuntut Dirlantas untuk segera mengevaluasi kinerja anggotanya serta menghentikan segera monopoli dan praktek pungutan liar yang terjadi di masyarakat sekarang. Pungkasnya.

Baca Juga  Gempa 6,9 SR Berakhir, Warga Kepulauan Banggai Milih Mengungsi

“ Jika Dirlantas tidak segera mengevaluasi serta menertibkan beberapa masalah yang kemudian terjadi diwilayah kerjanya sekarang maka kami akan mendesak Kapolda Sulsel untuk segera mencopot Dirlantas dari jabatan karena kami anggap gagal dalam melaksanakan tugasnya” tutup Rahmatullah selaku jendral lapangan dalam aksi tersebut.