TROTOAR.ID — Empat dari sembilan korban tewas dalam kerusuhan pada 21-22 Mei lalu merupakan korban penembakan peluru tajam. Fakta tersebut terungkap setelah tim investigasi Polri melakukan autopsi kepada korban
Hal tersebut disampiakan Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Polisi Asep Adi Saputra di Mabes Polri, yamg menyebutkan empat korban tewas ditembus peluru tajam.
“Dari 9 korban yang meninggal dunia pat diantaranya korban penembakan peluru tajam, ” Kata Asep Adi Saputra dikutip Detik.com
Bahkan penyidik kepolisian juga telah menit ad ya proyektilnpeluru, yang selanjutnya proyektil tersebut akan di uji balestik.
Dijelaskannya, jika dari hasil uni balistik nantinya akan diketahui jenis senjata yang digunakan melontarkan peluru tajam tersebut.
Meskipun demikian, tim investigasi bentukan kapolri tersebut juga, mengungkapkan dari pat korban yang meninggal karena peluru tajam, nnun cuma dua proyektil peluru yang ditemukan di dua korban
“Dari empat korban yang diautopsi, ada dua proyektil ditemukan di dua tubuh korban. Sementara yang lainnya tidak ditemukan proyektil, namun ada bekas luka tembak juga,” jelas Asep.
Dua proyektil peluru yang ditemukan pada jasad korban atas nama Reyhan dan Abdul Aziz. Terkait temuan ini
“Tim ini terus berkoordinasi secara paralel dengan lembaga-lembaga lainnya, seperti Kompolnas, Ombudsman, dan juga Komnas HAM,” ucap Asep.(***)




Komentar