Nurdin Halid: Jangan Bawa Perasaan Dalam Politik, Perasaan Itu Untuk Cinta

    0
    113

    TROTOAR.ID, MAKASSAR — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Halid, untuk tetap menjalin komunikasi dan silaturahmi,  pasca Pemilu 3 bulan yang lalu.

    Meski dinamika politik sesama caleg terjadi, hingga berujung pada saling gugat di Mahkamah Konstitusi dianggapnya sebuah kewajaran, sebab siapa pun berhak untuk mencari keadilan.

    “Kalau ada yang mengurat dipengadilan hasil pemiku itu wajar, sebab mereka mencari keadilan, dan itulah jalurnya,’ jelas Nurdin Halid diacara Halal Bihalal DPD I Golkar Sulsel.

    NH menilai, langkah kader mencari keadilan di jalur konstitusi, bukan berarti kader harus memutus tali silaturahmi, sehingga semua harus bangkit, dan tetap bersama untuk membangun Golkar.

    Mantan calon Gubernur Sulsel ini juga menganggap jika seorang politik tidak bisa menggunakan perasaan sebab perasaan bukan untuk berpolitik tetapi untuk cinta.

    “Politik itu, tidak bisa menggunakan perasaan, dan berpolitik harus berpolitik dengan taat asas, bukan perasaan,  perasaan tempatnya untuk cinta, ” Tambah Nurdin Halid.

    Apa lagi dalam dalam sebuah proses politik, diakuinya diperlukan sebuah kematangan berpikir, apalagi dalam pertarungan politik harus ada yang kalah dan menang.

    “Pemilu telah usia, ada yang kalah dan ada yang menang,  jangan cuma karena politik silaturahmi dan komunikasi di putuskan, inilah politik,” Pungkasnya