Diperiksa Panitia Hak Angket, Jumras Seret Nama Pengusaha Agung Sucipto dan Ferry T

0
156

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Mantan kepala Biro pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya buka mulut atas pencopotan dirinya yang dilakukan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Dalam penjelasannya, dirinya dicopot oleh Nurdin Abdullah atas tuduhan menerima fee proyek, hingga SK pencopotan dirinya di lemparkan kepada dirinya di rumah jabatan Gubernur Sulsel pada 20 April 2019

“Saya dipanggil kerujab Gubernur Sulsel pada hari minggu 20 April dan saya sendiri langsung di lemparkan SK, dan dikatakan saya copot kau. Ini juga masih ada SKnyabdanapnya saya bawa, “Kata Jumras saat memberikan penjelasan

Atas pemberhentian tersebut Jumras mempertanyakan alasan Nurdin Abdullah memecat dirinya, hingga, diirinya disebut telah menerima fee proyek dari dua orang pengusaha Anggung Sucipto dan Feery T

Hingga Jumras menegaskan jika diriya menerima pencopotan yang dilakukan Nurdin Abdullah atas fitnah yang dilontarkan kedua pengusaha tersebut, dan dirinya juga tidak dapat bekerja dengan tekanan yang cukup luar biasaa.

Hal tersebut, Justru membuat Jumras membeberkan jika pengusaha yang menfitnah dirinya menerima komitmen fee, justru mengaku telah membiayai kampanye politik Nurdin Abdullah pada pilgub lalu sebesar Rp 10 miliar.

“Saya sampaikan kepada pak gub, jika dua pengusaha tersebut telah mengaku sebagai pendana bapak saat pilgub 2018,” jelas Jumras dalam keterangannya

Kedua pengusaha yang dimaksud Jumras yang mengaku pendana Nurdin Abdullah dipilgub adalah Anggung Sucipto dan Ferry T.

Bahkan dalam diproses sidang hak angket, Jumras juga menyeret nama kakak kandung Wakil Gubernur Sulsel Andi Sumardi Sulaiman yang meminta agar kedua pengusaha Agung Sucipto dan Ferry T mendapatkan proyek yang di anggarkan pemrov Sulsel.