TROTOAR.ID, MAKASSAR, — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) terus diguncang, hinggakinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) mulai terganggu
Apa lagi dengan hak angket DPRD Sulsel yang menyita tenaga Nurdin Abdullah untuk menghadapi argumentasi para anggota panitia sidang hak angket
Pemerhati Hukum dan Pemerintahan, Yusuf Gunco pun turut prihatin terhadap mantan Bupati Bantaeng dua periode tersebut, meski Nurdin Abdullah Andi Sudirman Sultan baru berjalan 9 bulan kepemimpinannya, NA sudah mendapat banyak tantangan.
Baca Juga :
Yugo, sapaan akrabnya berharap, agar masyarakat dapat berpikir positif terhadap pemerintahan NA dan wakilnya, dan memberi kesempatan kepada NA-SS untuk bekerja dengan ide-ide cerdasnya.
“Artinya setiap pemimpin itu mempunyai inteligensia, pemikiran yang berbeda dengan Gubernur sebelumnya,” ujarnya, Selasa (17/7/19).
Yugo berpendapat, jika publik belum saatnya menilai kinerja Gubernur yang baru ‘seumur jagung’, sebab seorang kepala daerah juga butuh waktu untuk ‘action’.
“Karena bulan pertama sampai bulan ke enam dia masih membenahi infrastruktur yang ada di pemerintahan Sulsel. Terus mempelajari watak-watak Kepala Dinasnya,” ujarnya.
Yugo pun yakin, jika NA diberi kesempatan terlebih dahulu untuk bekerja, dia bisa membawa Sulsel lebih maju lagi. Yugo bercermin dari hasil keringat NA selama 10 tahun memimpin Bantaeng. Sebagai seorang yang berasal dari Bantaeng, Yugo tahu persis jika daerahnya itu semakin maju.
“Bantaeng dulu daerah banjir. Saat hujan orang dari Bulukumba setengah mati melewati Banteng karena banjir. Tapi saat dia memimpin Bantaeng banjir bisa diatasi, saat musim kemarau sawah bisa dialiri. Karena dia melakukan cek and balance apa yang bisa dilakukan dalam suatu daerah,” ujarnya.
Sekarang, NA bukan lagi milik Bantaeng tapi milik 24 Kabupaten/Kota. Maka Yugo meminta semua pihak untuk memberi kesempatan NA bekerja. Hingga memasuki 2 atau 3 tahun, baru publik bisa menilai hasilnya. Karena sejauh ini Yugo melihat NA sudah mulai bekerja seperti membangun Luwu Raya dan mengembangkan pariwisata Tana Toraja.
“Beri kesempatan Pak Nurdin bekerja. Nanti bisa kita nilai di 2 tahun sampai 3 tahun yang akan datang. Kalau ide-ide cerdasnya dia manfaatkan untuk Sulsel saya pikir Sulsel ini akan jauh lebih besar dibanding provinsi-provinsi lain yang ada di Indonesia,” tandasnya. (*)




Komentar