TROTOAR.ID, MAKASSAR — Panitia Sidang hak angket DPRD Sulsel akhirnya membongkar peran Sri Wahyuni selaku auditor Inspektorat yang bekerja tidak profesional dalemi mengawal kepentingan dari Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan keluarganya.
Setelah auditor Inspektorat dikongfrontir kepala biro umum M Hatta dan mantan kepala Inspektorat Lutfi Natsir di sidang hak angket DPRD Sulsel.
Hingga terbitnya rekomendasi untuk mencopot Muhammad Hatta kepala biro umum tanpa mengacu pada aturan dan sistem perundang-undangan yang mengatur proses pemeriksaan Inspektorat
Baca Juga :
“Sudah jelas Sri Wahyuni ini tidak bekerja secara profesional dan independen sebagai auditor, termasuk mengindahkan sistem perundamg-undnagan, ” Jelas Kadir Halid
Dimnaa hasil temuan terkait dengan perjalanan dinas Gubernur tanpa izin setneg bersama TGUPP ke Jepang yang menggunakan anggaran daerah sebesar Rp 286 juta tidak dijabarkan secara detail dalam LHP yang dipimpin langsung oleh Sri Wahyuni sebagai ketua tim pengendali audit terhadap Biro umum.
Hingga hasil pemeriksaan tersebut tidak dikonfirmasi langsung kepada kepala biro umum yang mengeluarkan anggaran tersebut, sehingga dianggap jika Sri Wahyuni telah menyembunyikan hasil audit yang dilakukan terhadap perjalanan dinas Gubernur dan makan minum di rumah jabatan.
Sri Wahyuni yang juga memiliki hubungan keluarga (saudara besan) Nurdin Abdullah tidak bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi asas keadilan dalam menjalankan tugasnya sebagai auditor Inspektorat.
“Jelas ini Sri Wahyuni sebagai auditor yang tidak bisa menjalankan tugasnya dengan profesional, dan bekerja tembang pilih dan tidak independent, ” Kata Fachruddin Rangga
Hingga dalam sidang hak angket, Sri Wahyuni diduga menyembunyikan haeil pemeriksaan terhadap adanya membelikan jam tangan kesehatan yang nilainya Rp 7,5 juta, yang sempat dibahas oleh Istri Nurdin Abdullah Liestiaty Fachruddin.
Laon sisi Lutfi Natsir dalam sidang hak angket menceritakan saat dirinya dipanggil di rumah jabatan Gubernur sebelum dirinya dicopot, istri Nurdin Abdullah langsung mempertanyakan soal gelang kepada dirinya yang juga didengar oleh Sri Wahyuni yang berada disampingnya.
“Saya waktu itu hari di rujab dan ibu Gubernur langsung mempersoalkan adanya pembelian gelang kepada dirinya, hingga saya bilang smaa ibu Gubernur membantah saja jika hal itu tidak benar,” Cerita Lutfi Natsir dalam sidang hak angket DPRD Sulsel.
Na di saat itu pula Lutfi Natsir langsungbmeminta kepada Sri Wahyuni untuk menggelar ekspose hasil pemeriksaan pada senin, dan di hari tersebut jugalah dirinya dicopot sebagai kepala Inspektorat.
“Saya bilang kepada Sri di hadapan IbubHub untuk ekspose hasil pemeriksaan senin, dan alhamdulillah di hari itu juga saya dincopot tampa tahu apa penyebabnya, ” Kata Lutfi Natsir
Sementara itu Selle KS Dalle Wakil ketua pansus hak angket mempertanyakan proses bocornya informasi hasil pemeriksaan uditor Inspektorat ke istri Gubernur
“Kenapa informasi pemeriksaan ampai ke ibu Gubernur, kalau tidak ada yang sampaikan, ” TanyabSelle kepada Sri
Hingga akhirnya sri mengakui jika itu dirinya menyampaikan, karena dia ingin mengkon_rmasi langsung indormasi yang diperoleh dari hasil pemeriksaan yang dilakukan.
“Memang saya yang sampaikan karena asas pemeriksaan, yang harus saya konfirmasi ke pihak yang bersangkutan, temasuk adanya perosalan anggaran makan minum di rumah jabatan gubernur Sulsel,” Pungkas (***)




Komentar