Disebut Tidak Bisa Memuaskan, Gigolo Habisi Nyawa SPG Mobil

0
100
Ilustrasi Penemuan Mayat

TROTOAR. ID, BALI — Apes nasib Ni Putu Yuniawati 39, wanita bersuami yang berprofesi sebagai sales promotion girl (SPG) mobil tewas ditangan seorang gigolo setelah tubuh korban ditiduri sebanyak 2 kali.

Motif pembunuhan terungkap setelah, aparat Polresta Denpasar berhasil meringkus pelaku PBW 33 tahun, dari pelariannya di Minahasa Sulawesi Utara, Kamis (5/8).

Perempuan berusia 39 tahun tersebut, ditemukan tewas di sebuah kamar di Penginapan Teduh Ayu 2 Jalan Kebo Iwo Utara Padangsambian Denpasar, 5 Agustus 2019 pekan lalu.

Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan, mengungkapkan, berdasarkan dari pengakuan tersangka, pria asal Sinabun Buleleng Bali, tersebut bekerja sebagai seorang pemuas nafsu. 

Diceritakan, jika pelaku menghabisi nyawa korban, lantaran si korban mengaku tidak puas atas pelayanan yang disajikan tersangka diatas ranjang, padahal, Korban telah dicoblos oleh tersangka sebanyak 2 kali dan diupah sebesar Rp 500 ribu dan sebuah handphone.

Baca Juga  Apak Desak Polisi Tak Ulur Penetapan Tersangka

“Dia (Tersangka) emosi karena dibilang tidak bisa memuaskan,” Kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan, didampingi Kasat Reskrim Komisaris Wayan Arta Ariawan. 

Sebelumnya baik korban maupun tersangka berkenalan di sebuah media sosial Michat, yang kemudian keduanya bersepakat bertemu, untuk membahas bisnis jual beli mobil, yang dipasarkan korban. 

Setelah keduanya bertemu, tersangka menyerahkan selembar cek yang bernilai Rp 10 juta kepada korban sebagai tanda jadi pembelian mobil yang diinginkan tersangka. 

Setelah itu keduanya pun bergeser ke bank, untuk mencairkan cek tersebut, setelah mencairkan uang tersebut, korban bersama tersangka mampir di sebuah counter handphone, dan membelikan sebuah HP untuk diserahkan kepada tersangka.

Baca Juga  Ibu Penganiaya Guru di Gowa Ikut Jadi Tersangka

Didalam perjalanan, keduanya pun berbincang, sampai korban menanyakan profesi tersangka, yang dengan enteng tersangka menjawab, jika dirinya bekerja sebagai gigolo.

Mendengar pengakuan tersangka yang bekerja sebagai gigolo, korban dan tersangka pun akhirnya bersepakat mencari penginapan, yang selanjutnya korban dan tersangka melakukan hubungan intim di dalam kamar yang disewa tersangka.

Namun setelah dua ronde, korban mengaku kecewa kepada korban, sebab pelaku tidak bisa memberikan kepuasan terhadap dirinya (korban), hingga PBW merasa tersinggung dengan ungkapan tersebut dan akhirnya menghabisi nyawa korban. 

Setelah menghabisi nyawa Korban, pelaku pun meninggalkan yang diaewanya di Denpasar Barat pada Selasa (6/8), dengan membawa mobil milik korban yang kemudian mobil tersebut digadaikan ke teman tersangka, dan uangnya digunakan untuk melarikan diri dan membeli kebutuhan hidup tersangka selama pelarian. 

Baca Juga  Dapati Pasangan Berbuat Mesum, Eh Empat Buruh Malah Minta Dilayani

“Uang yang dari hasil menggadaikan mobil korban digunakan tersangka melarikan membeli tiket pesawat, dan sebagian uang digunakan untuk biaya hidup selama pelarian tersangka di Minahasa,”kata Ruddi Setiawan

Kasus pembunuhan tersebut terungkap setelah, pegawai penginapan melakukan pengecekan di kamar yang disewa tersangka, dan akhirnya pegawai penginapan tersebut menemukan Yuniawati (korban) sudah tewas.

“Berdasarkan autopsi dan visum Jumat (9/8), di tubuh ditemukan ditemukan luka memar pada leher sebelah kiri dan kanan. Kedua mata korban juga memar. Begitu juga di pipi kiri dan hidung. Sementara dalam kelaminnya ada luka robek. Sedangkan pada bibir kelamin agak bengkak. Autopsi bagian luar ada resapan darah sebagai bukti kekerasan,” tutur Ruddi.(***)