TROTOAR.ID, MAKASSAR — Jumat 23 Agustus menjadi ajang penentuan apa yang menjadi keputusan DPRD Sulsel terkait hasil kerja Pansus hak angket terhadap Gubernur Sulsel dan Wakil Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman
Bahkan pasca penundaan rapat paripurna penetapan hasil pansus angket, sejumlah fraksi – fraksi melakukan lobi-lobi untuk mengeluarkan apa yang menjadi keputusan pansus
Hingga sejumlah fraksi menyatakan tetap akan mendukung apa yang menjadi keputusan pansus angket, termasuk mendukung adanya dugaan pelanggaran UU yang kemudian akan diuji di Mahkamah Agung
Sekretaris fraksi Hanura Wawan Mattaliu mengatakan apa yang menjadi keputusan Pansus juga menjadi keputusan perwakilan fraksi, sebab kesimpulan diputuskan dalam rapat pleno.
‘Intinya kita mendukung apa yang menjadi keputusan pansus, karena kami ada di dalamnya jadi kami sepakat apa yang menjadi keputusan di pansus, ” Jelasnya
Selain Hanura NasDem dan Golkar serta Fraksi Bersatu juga menyepakati keputusan pansus, meskipun pada rapat pimpinan DPRD, ada upaya menjegal keputusan tersebut namun pansus tetap konsisten dan komitmen pada apa yang diputuskan.
Ketua pansus angket Kadir Halid menyebutkan, bila pansus tetap akan mendorong 7 poin yang dihasilkan, meskipun pada rapat pimpinan meminta ada beberapa redaksional harus diperbaiki.
“Kita akui memang ada beberapa redaksi yang akan diperbaiki, tapi kami pada dasarnya tetap akan konsisten dan komitmen pada apa yang menjadi keputusan kami di pansus, ” Kata Kadir Halid.
Dimana dari 20 orang anggota Pansus yang bekerja kurang lebih 50 hari siang dan malam, di isi oleh perwakilan fraksi, apalagi hasil keputusan pansus disepakati oleh anggota pansus.
Meski perwakilan PKS dan PDIP menolak putusan pansus angket, namun cuma PDIP yang diyakini kompak menolak keputusan tersebut, sementara di internal PKS sendiri terpecah ada yang sepakat dan tidak akan keputusan pansus
Bahkan Fraksi PKS sendiri tidak kompak dan diprediksi ada tiga legislator PKS yang akan mendukung keputusan angket, DPRD Sulsel.
Sehingga sejumlah fraksi masih terus melakukan lobi-lobi politik untuk mendukung apa yang menjadi keputusan pansus meski di kalangan DPRD sendiri terjadi Pro dan Kontra dalam menyikapi keputusan pansus angket.
Sehingga memunculkan spekulasi, jika ini nantinya akan berimbas pada pembagian alat kelengkapan dewan (AKD) setelah pelantikan anggota DPRD yang baru nantinya.( ***)




Komentar