TROTOAR.ID, MAKASSAR — Keputusan pansus hak angket DPRD Sulsel, yang meminta DPRD meneruskan rekomendasi ke Mahkamah Agung (MA); menjadi sejarah terburuk dalam bagi Nurdin Abdullah sebagai Gubernur
Apalagi jabatan yang di raih Nurdin Abdullah dari produk politik masih berusia 11 bukan yang kemudian inilah yang akan menghambat karir politik Nurdin Abdullah sendiri
Hingga dianggap mengganggu posisi Nurdin Abdullah sebagai Gubernur terancam akan lepas, jika nantinya MA mengajukan apa yang menjadi keputusan pansus hak angket, yang meminta MA memeriksa mengadili dan menjatuhkan hukuman kepada Gubernur.
Hal itu juga, dapat mengganggu posisi Nurdin Abdullah yang terus melakukan pencitraan sebagai Gubernur yang memiliki terobosan untuk membangun kantong-kantong perekonomian di Sulsel.
Wakil ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif menjelaskan apa yang menjadi keputusan pansus yang diserahkan ke pimpinan merupakan keputusan pansus yang harus dijunjung tinggi, dan mengenai ending akhirnya nanti biarlah lembaga yang ditunjuk menentukan.
“Biarlah nanti MA yang memutuskan jika ada pelanggaran, karena domainnya semua ada di MA, ” Kata Syaharuddin Alrif.
Syaharuddin juga menyebutkan dalam rekomendasi pansus hak angket ada poin yang meminta temuan pansus direkomendasikan ke Aparat Penegak Hukum (APH).
Sehingga dia menegaskan jika pimpinan akan segera mendorong rekomendasi pansus angket ke pihak yang dianggap berkompeten untuk menindaklanjuti rekomendasi pansus Angket.
“Sebelum masa periode 2014-2019 kita sudah teruskan keputusan pansus ke lembaga yang dituju,” Tambah Syaharuddin Alrif
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah akhirnya menyikapi putuskan tersebut dimana Nurdin mengaku dirinya tidak akan dimakzulkan.
Nurdin justru memberikan apresiasi atas atas keputusan dewan, hingga dia mengaku dia akan terus berupaya membangun sinergitas baik dalam menjalankan pemerintahan.
“Sejak awal saya begitu meyakini bahwa DPRD Sulsel sama sekali tidak punya niat ingin memakzulkan atau memberhentikan, sebab kami dari awal hanya bekerja dan terus bekerja untuk rakyat,” kata Nurdin Abdullah (***)




Komentar