TROTOAR.ID,MAKASSAR — Paska paripurna penyerahan hasil kerja dan rekomendasi Panitia Khusus Hak angket, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah kembali menabuh genderang perang dengan menyebut pansus angket by design
Hingga Nurdin Abdullah menyebut, terbentuknya hak angket di DPRD Sulsel dikarenakan adanya pihak yang merencanakan dan semua sudah ketahuan siapa aktornya.
“Ini angket by design. Sudah ketahuan siapa semua siapa yang bermain di belakang angkat ini,” Tegas Nurdin Abdullah di hadapan para pejabat lingkup Pemprov Sulsel
Sehingga Nurdin Abdullah meminta kepada pejabatnya untuk bekerja profesional dan tidak terpengaruh akan kondisi yang terjadi belakangan ini.
Nurdin menilai selama dirinya memimpin Sulsel 11 bukan terakhir, dia cuma menyelesaikan persoalan internal yang terjadi selama ini, hingga munculnya pansus hak angket.
Ketua Komisi A DPRD Sulsel Imran Tenri Tata menilai ungkapan tersebut akan menimbulkan kembali kegaduhan, hingga meminta Nurdin Abdullah menyebutkan siapa orang yang dimaksud mendesain pansus angket.
“Jangan kembali buat kegaduhan, kalau memang ada yang disebut mendesain sebutkan siapa , jangan membuat wahana yang menimbulkan prasangka buruk, ” Jelasnya
Hingga dia dia mengatakan, jika pernyataan tersebut bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah apalagi dengan pernyataan seperti itu, dianggap memposisikan dan mengetahui siapa yang dimaksud.
Ketua Banggar DPRD euls Fahrudin Rangga juga memyikapi pernyataan tersebut, dia menegaskan agar jangan menambah dosa, dengan melontarkan ungkapan yang bisa menjadi fitnah.
“Kalau memang tahu sebut saja, jangan melontarkan ungkapan yang berujung pada fitnah,” Katanya
Dia menegaskan pansus hak angket merupakan hak anggota DPRDvyang diatur dalam konstitusi sehingga jika anggapan tersebut akan menimbulkan persoalan baru yang akan terjadi
“Jadi seorang pemimpin jangan asal bicara, yang nanti dapat menimbulkan fitnah, jadi seorang pemain harus bicara yang menyejukkan,” Kata Fachruddin Rangga (***)




Komentar