TROTOAR.ID, — Tewasnya Randi 22 Tahun Mahasiswa Halu Oleo Kota Kendari Sulawesi Tenggara saat menggelar aksi di Depan Gedung DPRD Sultra akibat luka tembak mendapat sorotan keras dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
Hingga Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mengutuk tindakan represif aparat saat menghadapi aksi unjuk rasa Mahasiswa,
Randy tewas tertembak di bagian dada sebelah kanan, setelah aksi Mahasiswa bentrok dengan aparat yang mengawal jalannya aksi penolakan revisi UU KPK dan rancangan sejumlah UU oleh Pemerintah dan DPR.
Baca Juga :
Mahasiswa Universitas Halu Uleo (UHO) itu, kata Najih, meninggal setelah tertembak di bagian dada sebelah kanan.
“Tepat saat bentrokan pecah antara mahasiswa dan pihak pengamanan,” kata Najih, Kamis (26/9).
Hingga DPP IMM mengutuk keras tindakan represif oleh aparat, dan mendesak pihak kepolisian untuk bertanggung jawab dan mengusut insiden penembakan terhadap kader IMM Provinsi Sulawesi Tenggara
“Dan kami kader IMM se-Indonesia akan mengawal penuh kasus ini,” tegasnya.dikutip pojoksatu.com
Hingga IMM meminta kepada seluruh kader IMM se Indonesia untuk melakukan konsolidasi di semua wilayah Dan menyerukan aksi solidaritas atas tewasnya Randi yang mengawal kepentingan rakyat
“Kepada seluruh kader IMM se-Indonesia, mari kita rapatkan barisan dan melakukan konsolidasi di basis dan setiap level kepemimpinan untuk menyerukan aksi atas meninggalnya saudara kita Randi. Mari kita suarakan perlawanan. Kita merahkan Indonesia,” pungkasnya.(***)




Komentar