GPII Sultra Ingatkan Tanggung Jawab Idham Aziz Dalam Kasus Randi dan Yusuf

Suriadi
Suriadi

Jumat, 25 Oktober 2019 14:28

GPII Sultra Ingatkan Tanggung Jawab Idham Aziz Dalam Kasus Randi dan Yusuf

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Beberapa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang tergabung dalam Kelompok Mahasiswa Cipayung Plus Sulawesi Tenggara (PMII, PMKRI ,HMI, GMNI, KMHDI, GPM, GMKI dan GPII) bersama keluarga korban penembakan melakukan bakar lilin dan Doa Bersama dalam rangka mengenang 30 hari meninggalnya.

Almarhum Randi dan M. Yusuf Kardawi, Acara tersebut berlangsung tepat dilokasi tertembaknya Almarhum Randi Jl. Drs. H. Abdullah Silondae, Kamis malam, (24/10/19).

Dalam kegiatan yang bertajuk DOA KEBANGSAAN Selain bakar lilin dan Do’a bersama, Kelompok Cipayung Plus juga menyampaikan beberapa tuntutan yang disampaikan dalam aksi menyikapi belum ditetapkannya tersangka dalam insiden menewaskan 2 orang mahasiswa dalam aksi demonstrasi 26 September lalu.

Baca Juga  Jadikan Karang Taruna Wadah Kreatifitas Pemuda

Dalam Rilisnya, (25/10). Pejabat Ketua Umum Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Sulawesi Tenggara Muhamad Ikram Pelesa, menyoroti lambannya penuntasan kasus Almarhum Randi dan M. Yusuf Kardawi yang dipimpin oleh Komjend (Pol). Idham Aziz sebagai Kabareksrim Polri. Bahkan ia meminta DPR RI turut mempertimbangkan rekomandasi Jabatan Kapolri kepada Perwira Bintang Tiga tersebut ketika kasus tersebut tidak segera terungkap.

Baca Juga  AMPI Sulsel Launching Program AKSARA Ramadhan

“Cipayung Plus Sultra sangat menyayangkan Kinerja Pak Idham (Kabareskrim) sebagai penanggungjawab Dalam Pengusutan kasus penembakan 2 Orang Mahasiswa dikendari terlalu lamban dalam mengungkap persoalan ditanah kelahirannya sendiri, ini akan menjadi preseden buruk bagi pemerintahan jokowi apabila memberi beban amanah kepada beliau sementara tugasnya belum selesai. Kami harap DPR RI Harus mempertimbangkan ini, Persoalan serius, bukan main-main.” Terangnya

Baca Juga  Setahun Kepengurusan Arham, KNPI Berbagi Warga Makassar

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Trisakti ini juga menambahkan bahwa pihaknya tidak akan menerima kedatangan Jokowi yang tengah dikabarkan akan berkunjung ke Sulawesi Tenggara dalam kegiatan Hari Pangan Sedunia apabila kasus penembakan belum juga terungkap siapa pelakunya.

“Mestinya Malu jika presiden hadir ke sultra tanpa mengobati duka keluarga korban penembakan, dalam kasus ini intervensi presiden sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengusutan untuk itu Kami akan tolak kedatang beliau jika pelaku belum terungkap, ” Tutupnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen01 November 2026 17:13
Pengawasan APBD di Wajo, Sufriadi Arif Respons Keluhan Warga soal Pemadaman Listrik
WAJO, Trotoar.id — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, turun langsung menemui masyarakat dalam agenda Pengawasan Pelaksanaan ...
Metro01 November 2026 15:17
Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Anti Mager, Gubernur Sulsel dan Kepala OJK Gaungkan Literasi Keuangan Syariah
MAKASSAR, Trotoar.id — Ribuan masyarakat memadati kawasan depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu (1/11/2026), untuk mengikuti kegiata...
Metro01 November 2026 14:46
Buka Liga Lorong XII Barru, Abustan Dorong Pembinaan Sepak Bola Sejak Usia Dini
BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, mendorong penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini sebagai upaya melahirkan tale...
Politik01 November 2026 14:22
Patarai Amir Jadi Bakal Calon Tunggal Ketua Golkar Maros, Kantongi 14 Dukungan PK
MAROS, Trotoar.id — Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros mulai mengerucut. Patarai Amir resmi diumumkan sebagai b...