
GOWA, Trotoar.id– UPT Puskesmas Batumalonro terus mengoptimalkan pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi anak usia sekolah sebagai bagian dari implementasi Asta Cita ke-4 Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan di SDI Bangkowa, Desa Baturappe, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, Selasa (28/7/2026).
Program PKG merupakan strategi pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif.

Pada kelompok anak usia sekolah, program ini difokuskan pada skrining dan deteksi dini berbagai masalah kesehatan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 51 siswa mengikuti pemeriksaan kesehatan dari total 105 peserta didik di SDI Bangkowa atau sekitar 48,6 persen.
Rinciannya terdiri atas 11 siswa kelas I, tujuh siswa kelas II, delapan siswa kelas III, lima siswa kelas IV, serta masing-masing 10 siswa dari kelas V dan VI.
Sebelum kegiatan berlangsung, Tim PKG UPT Puskesmas Batumalonro telah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah melalui surat pemberitahuan yang dikirim sekitar sepekan sebelumnya.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada orang tua dan wali murid agar peserta didik dapat mengikuti pemeriksaan sesuai jadwal.
Meski persiapan telah dilakukan, tingkat kehadiran peserta masih berada di bawah target.
Berdasarkan hasil evaluasi bersama pihak sekolah dan orang tua, rendahnya partisipasi dipengaruhi oleh anggapan bahwa kedatangan tenaga kesehatan ke sekolah identik dengan pelaksanaan imunisasi sehingga sebagian siswa merasa takut mengikuti kegiatan.
Selain itu, terdapat pula sejumlah siswa yang tidak dapat hadir karena membantu keluarga di rumah, terutama menjaga adik saat orang tua mereka sedang memasuki musim panen jagung yang menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat setempat.
Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Tim PKG UPT Puskesmas Batumalonro untuk semakin memperkuat kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat.
Edukasi yang berkelanjutan diharapkan mampu menghilangkan persepsi keliru bahwa seluruh kegiatan tenaga kesehatan di sekolah selalu berkaitan dengan imunisasi.
Momentum pelaksanaan PKG juga dimanfaatkan sebagai sarana memberikan edukasi mengenai pentingnya imunisasi dalam mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).
Tenaga kesehatan menegaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan paling efektif dalam mencegah berbagai penyakit menular yang berpotensi menyebabkan kecacatan hingga kematian.
Kegiatan PKG di SDI Bangkowa dipimpin oleh Penanggung Jawab Program, M. Nur Alfi Syahrir, bersama tiga anggota tim yang memberikan pelayanan sesuai standar dengan mengedepankan profesionalisme, keselamatan pasien, dan pendekatan ramah anak.
Menurut M. Nur Alfi Syahrir, Pemeriksaan Kesehatan Gratis merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.
“Pemeriksaan Kesehatan Gratis bukan sekadar kegiatan pemeriksaan kesehatan, tetapi merupakan investasi bagi masa depan anak-anak kita. Melalui skrining sejak dini, berbagai faktor risiko kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Kami berharap seluruh orang tua, sekolah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat bersama-sama mendukung program ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, peserta didik yang belum mengikuti PKG tetap akan mendapatkan kesempatan memperoleh layanan kesehatan.
Tim PKG akan melakukan penjadwalan ulang pada sekolah yang cakupan pelayanannya belum mencapai 100 persen, bahkan membuka kemungkinan melakukan kunjungan rumah bagi sasaran tertentu apabila diperlukan.
“Kami tidak ingin ada satu pun anak di wilayah kerja UPT Puskesmas Batumalonro kehilangan kesempatan memperoleh Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Karena itu kami akan terus mengoptimalkan pelayanan sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dan deteksi dini kesehatan anak,” tegasnya.
UPT Puskesmas Batumalonro berharap sinergi antara tenaga kesehatan, pihak sekolah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta orang tua terus diperkuat sehingga cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di seluruh sekolah dapat mencapai 100 persen.
Dengan demikian, setiap anak memiliki kesempatan yang sama memperoleh layanan skrining kesehatan sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.


Komentar