Dinas PPPA Sulsel Latih TRC Untuk Dampingi Perempuan Korban Kekerasan

Suriadi
Suriadi

Selasa, 05 November 2019 20:18

Dinas PPPA Sulsel Latih TRC Untuk Dampingi Perempuan Korban Kekerasan

TROTOAR.ID, MAKASSAR, — Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi Sumber Daya Manusia (SDM), Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas PPPA Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan Pelatihan bagi penyedia Layanan yang digelar Senin, 4 November 2019 di Hotel Grand Asia Makassar.

Kepala Dinas PPPA Provinsi Sulawesi Selatan, Ilham A. Gazaling menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam pelaksanaan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Sulawesi Selatan.

“Ini juga bagian dari dukungan kami terhadap program Three End’s yang digagas oleh Kementerian PPPA, yang mana salah satunya adalah mengakhiri perdagangan manusia,” jelasnya.

Selain itu, jelas Ilham, kondisi aktual di Sulawesi Selatan saat ini menunjukkan memerlukan perhatian serius dari pemerintah terkait dengan maraknya kasus kekerasan yang terjadi pada perempuan.

“Berdasar laporan di aplikasi Simfoni PPPA, hingga bulan Agustus jumlah kekerasan yang terjadi terhadap perempuan mencapai angka 605 kasus, yang mana 45 persen di antaranya merupakan bentuk kekerasan ranah personal atau KDRT,” ungkap Ilham.

Dengan kondisi ini, menurut Ilham, sangat penting untuk meningkatkan kemampuan SDM yang ada di lembaga penyedia layanan sehingga bisa memberikan pendampingan yang optimal bagi perempuan maupun anak yang menjadi korban kekerasan.

“Apalagi kebutuhan korban ini cukup kompleks, mulai dari penanganan pengaduan, kesehatan, bantuan hukum, rehabilitas hingga reintagrasi sosial. Disini peran SDM lembaga pelayanan sangat penting, untuk memastikan mereka yang menjadi korban terpenuhi kebutuhannya secara maksimal,” terangnya.

Ilham menjelaskan, saat ini di beberapa kabupaten/kota sudah terbentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A). Meski begitu, karena berbagai keterbatasan, penjangkauan yang dilakukan Unit P2TP2A masih sangat terbatas.

“Karena pertimbangan itu juga, kita melatih SDM yang hadir pada kegiatan ini. Tujuannya, SDM-SDM ini akan menjadi Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dapat melakukan penjangkauan, deteksi dan melakukan rekomendasi tindak lanjut bagi korban,” papar Ilham.

Sistem kerja tim ini, lanjut Ilham, akan berkoordinasi dengan Satgas PPA yang berada di kabupaten/kota. “Melalui pelatihan ini, kami berharap SDM-SDM ini bisa memahami apa yang akan menjadi tugas mereka di lapangan tentu dengan berdasar pada SOP yang telah ditetapkan,” pungkasnya.(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional13 Juni 2026 17:52
Andi Iwan Darmawan Aras: Figur Pengusaha-Politisi dan Arah Baru Dunia Usaha Sulawesi Selatan
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Nama Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) kembali menguat dalam lanskap dunia usaha Sulawesi Selatan setelah terpilih secara aklama...
Daerah13 Juni 2026 17:27
Bupati Andi Utta Minta Kadin Bulukumba Kawal Investasi dan Maksimalkan Potensi Daerah
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bulukumba berperan aktif menga...
Daerah13 Juni 2026 17:24
Bunda Forum Anak Luwu Dorong Anak Jadi Mitra Pembangunan Daerah
LUWU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu menegaskan komitmennya dalam mendorong pemenuhan hak dan partisipasi anak sebagai bagian dari pembangun...
Daerah13 Juni 2026 17:20
Antusiasme Warga Tinggi, Pasar Murah LPG 3 Kg di Walenrang Diserbu
LUWU, TROTOAR.ID — Ratusan warga memadati pelaksanaan pasar murah LPG 3 kilogram yang digelar Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Perdagangan di...