TROTOAR.ID, MAKASSAR — 12 Daerah di Sulawesi Selatan akan ikut menggelar pemilihan kepala daerah dan Wakil kepala daerah, hingga diprediksikan ada sekitar 3 juta lebih pemilihan akan menyalurkan hak pilihnya pada 23 September mendatang
Besarnya jumlah pemilihan yang akan menyalurkan hak pilihnya pada pilkada mendatang menjadi target kemenangan oleh sejumlah partai politik
Sebab kemenangan besar di pilkada serentak merupakan jembatan utama partai mengusung kadernya untuk bertarung di pilgub Sulsel yang tersisa waktu 3 tahun lagi
Olehnya itu partai politik saat ini fokus mendorong kadernya maju di Pilkada serentak dan membangun koalisi bersama partai yang akan tetap solid hingga pada pilgub akan datang
Hal tersebut dianggap pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Luhur Priyanto sebagai target jangka panjang partai politik, sehingga arah koalisi di pilkada serentak akan menjadi kepentingan politik jangka panjang bagi partai-partai yang menyasar pilgub akan datang
Apalagi dengan jumlah pemilih 3 juta dianggapnya sebagai tumpuan utama Partai dalam mengusung kadernya di pilkada untuk mencapai kepentingan politik jangka panjang di Pilgub.
“Tiga juta pemilih jelas menjadi target partai untuk bisa memenangkan pilkada serentak termasuk mengawal kepentingan jangka panjang di pilgub mendatang, ” Jelasnya
Sehingga arah koalisi partai politik di pilkada akan menjadi sasaran utama partai politik dalam membangun koalisi di pilkada serentak 12 daerah.
Apalagi dia menganggap partai politik yang punya cita-cita di Pilgub, saat ini condong mendorong kadernya bertarung di pilkada serentak akan menyesuaikan aransemen dukungan Pilbup,Pilwali para kandidat yang memiliki irisan kepentingan di Pilgub, meskipun hal tersebut sifat vested-interest (kepentingan jangka pendek)
“Koalisi partai di pilkada serentak ini akan menjadi arah koalisi partai di pilgub akan datang, sebab dengan menangkan pilkada serentak maka infrastruktur politik menuju pilgub terbangun,” Katanya
Bahkan partai yang memiliki cita-cita di pilgub, akan menyesuaikan aransemen dukungan Pilbup/Pilwali pada kandidat, yang memiliki kepentingan bersama di Pilgub
Bahkan disebutkan dinamika hubungan Nasdem dan Golkar yang dianggap, akan cenderung berkoalisi dari pada berkompetisi.
“Kedua Kedua partai ini memang cukup prospektif membangun poros baru dalam memberi perlawanan menghadapi petahana di Pilgub akan datang, ” Pungkasnya (***)




Komentar