TROTOAR.ID, MAKASSAR — Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat terbatas membahas jebolnya jembatan Bojon, Kabupaten Barru Sulawesi selatan belum lama ini
Dalam rapat yang dihadiri Dinas Perhubungan, Dinas Cipta Karya Balai Besar Jalan Nasional mengungkap jebolnya jembatan Bojo diduga karena kelebihan muatan.
Komisi D meminta kepada pihak terkait dinas Perhubungan Balai Besar jalan dan dinas Cipta Karya untuk segera melakukan perbaikan.
“Ya salah satu faktor penyebab jebolnya jembatan tersebut diduga karena adanya mobil pengangkut yang melebihi muatan, ” Kata Ketua Komisi D John Rende Mangontan,
Sehingga dirinya meminta kepada dinas perhubungan untuk lebih teliti lagi dalam mengukur tonase muatan kendaraan pengangkut yang melintas sebab di beberapa daerah sudah ada jembatan timbang yang dapat mengukur tonase berat kendaraan pengangkut.
Selain itu dia juga meminta agar Dinas Cipta Karya dan Balai besar Jalan nasional untuk segera melakukan perbaikan, mengingat jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan antar provinsi di wilayah Sulawesi
Selain itu dia juga meminta kepada pemerintah untuk melakukan kajian dan melihat kondisi jembatan tersebut termasuk dari faktor usia jembatan sehingga peristiwa tersebut tidak lagi terulang.
Utamanya lanjut dia dari segi komponen-komponen penyangga jembatan yang terbuat dari rangka baja apakah masih layak atau, dan itu jelas butuh penelitian dan investigasi.
“Kita ingin pemerintah untuk rutin melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jembatan sebab di Sulsel terdapat beberapa jembatan yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya,” Jelasnya
Sementara itu Kepala Balai Besar Jalan dan Jembatan Nasional XIII, Miftachul Munir mengungkapkan salah satu penyebab jebolnya jembatan lantaran tonase berat kendaraan yang melintas di atas jembatan.
“Mungkin selain faktor usia, faktor tonase kendaraan yang melintas diatas jembatan juga menjadi penyebab, sebab banyak kendaraan pengangkut yang diduga melintas melampaui tonase berat yang diharuskan,” Katanya
Dia juga menjelaskan jika pihaknya Saat ini melakukan penyidikan Forensik untuk mencari tahu penyebab jebolnya jembatan oleh KKTJTJ.
“Kita masih melakukan pendalaman untuk mencari tahu penyebab jebolnya jembatan tersebut, sehingga kita akan lihat aslinya setelah dilakukan penelitian dan pendalaman oleh KKTJTJ, ” Pungkasnya (***)




Komentar