TROTOAR.ID, MAKASSAR — Merambahnya Virus Corona ke Indonesi, dan telah menjangkiti dua WNI di depok kini menjadi perhatian semua pihak termasuk Pemerintah, yang langsung mengambil lengkah-langkah mengantisipasi penyebaran virus tersebut meluas.
Higga Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) langsung mengundang semua pihak termasuk Dinas Kesehatan, Imigrasi, dan Angkasa Pura I serta Pelindo IV untuk membahas antisipasi penyebar luasan virus mematikan tersebut.
Wakil Ketua Komisi E Arum Spink yang memimpin langsung RDP bersama beberapa anggota mempertanyakan langkah preventif pencegahan yang dilakukan Pemprov Sulsel dan semua stackholder untuk mengantisipasi penyebaran dan penanganan virus corona.
Baca Juga :
“Kami ingin dengar bagaimana langkah Preventif pemerintah bersama Stackholder dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona masuk ke Sulsel,” Kata Arum Spink dalam rapat Dengar Pendapat tersebut.
Sebab merambahnya virus Corona membuat warga khawatir akan kondisi tersebut, sehingga di butuhkan langkah-langkah yang pasti dilakukan pemrintah dalam mengantisipasi penyebaran virus mematikan tersebut.
Sementara itu Kepala dinas dr Ihsan Mustari mengungkapkan sampai saat ini Sulsel masih aman dari virus tersebut, meski sebelumnya ada beberapa mahasiswa asal sulsel yang berad di Wuhan menjalani karantina di Natuna dan semuanya dinyatakan negatif terpapar virus Corona.
“Alhamdulillah sampai saat ini , Sulsel masih aman dari paparan virus mematikan tersebut, meski kemarin ada 49 dan tambah 18 (karantina Natuna) semua dinyatakan sehat,” ujar Ihsan.
Namuns Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebutkan ada satu pasien yang saat ini masih dalam tahap observasi dan sampel darah telah dikirim ke Litbang Kementerian Kesehatan untuk meastikan kesehatanpasien tersebut.
“Ada satu warga yang saat ini kita lakukan observasi, dan sampel darah telah kita kirim ke Jakarta untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien tersebut, dan sampai saat ini belum ada yang terinfeksi virus Corona,” Kata Ketua IDI Sulsel tersebut.
Sementara itu, pihak imigrasi mengatakn jika pihaknyaakan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga negara asing yang masu ke Sulse, khusus bagi WAN yang terpapar virus mematikan tersebut
“Jadi tidak ada lagi fasilitas bebas visa kunjungan dan itu dicabut untuk sementara waktu sampai sekarang. Kalau antisipasi sekarang kita terus berkoordinasi terkait orang asing yang ada di perusahaan terutama ya, tapi semua di perusahaan itu tdk ada lagi dari luar semua dari Sulsel,” ucapnya.




Komentar