Wabah Corona Merebak, Warga Makassar Minta Pemerintah Jangan Berdiam

    0
    2358
    Penanganan Pasien Virus Corona (INT)

    TROTOAR.ID, MAKASSAR — Wabah virus corona kini terus merebak, hingga saat ini tercatat 893 pasien yang dinyatakan positif, dan 78 orang dinyatakan meninggal dunia akibat wabah virus yang datang dari Wuhan China tersebut.

    Hingga pemerintah dengan sekuat tenaga ditengah kekurangan alat pelindung diri berjuang melawan dan menyembuhkan pasien yang dinyatakan positif terpapar virus corona.

    meski pemrintah saat ini mengeluarkan kebijakan menghentikan sementara sejumlah pusat bisnis dan perekonomian seperti mal dan perkantoran demi mencegah penyebaran wabah virus semakin luasnamun hal itu belum dianggap efektif .

    Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah dengan menerapkan social Distancing untuk memutus mata rantai pemyebaran wabah virus corona yang kini sudah tersebar di 27 provinis di Indoensia

    Salah satu provinsi yang memiliki lonjakan pasien positif yang dukup draktis yakni Sulawesi Selatan (Sulsel), hingga jumlah pasien positif berada diangka 27 orang, dan tersebar di beberapa daerah di Sulsel termasuk Makassar, Pinrang, Bulukumba dan beberapa daerah lainnya.

    Baca Juga  Nurdin Abdullah Minta BRI Perhatikan Nasib Petani dan Nelayan

    Dengan lonjakan pasien positif, kini masyarakat dihantui rasa risau campur takut tertular penyakit tersebut, apa lagi saat ini pemerintah provinsi terkesan menutup diri akan kondisi tersebut, hingga banyak yang mempertanyakan langkah pemerintah provinsi dalam menangani wabah virus corona saat ini.

    Salah satu measyarakat mengungkapkan kekecewaan terhadap pemerintah provinsi dimana pemrov saat ini cuma mengumumkan apsien positif, namun langkah konkrit dilakukan tidak ada, seperti memebrikan edukasi dan penyem[protan disenfektan serta melakukan emetaan daerah rawan.

    ‘Sejak ada warga Sulsel dinyatakan positif apa yang dilakukan pemerintah saat ini, berdiam diri melihat warganya ketakutan seperti ini, apakah pemerintah telah memebrikan edukasi soal bagaimana cara melakukan pencegahan dan daerah mana yang dikatakan rawan penyebaran,” ungkar Roy salah satu warag yang berdomisili di halan Toddopuli Makassar.

    Baca Juga  RSUD Haji Makassar Siap Jadi Rumah Sakit Penyangga Pasien Virus Corona

    Dia juga meminta pemerintah untuk terbuka dan menyampaikan ke publik tentang wilayah-wilayah yang yang di domisili pasien agar masyarakat dapat mawas diri, termasuk dengan melakukan rapid tes secara massal serta mengratiskan masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan khusus untuk covid-19.

    “Bagaimana kita tidak takut dan risau, hendak saja memeriksakan kesehatan khsuus Covid-19 dibebankan biaya hingga Rp500 ribu, ini sudahketeerlalun, ditengah-tengah kerisauan masyarakat ada saja yang memanfaatkan momentum ini,” risaunya

    Dia berharap dengan keterbukaan informasi yang dilakukan pemerintah dnegan pemetaan wilayah menuruntya masyarakat dapat dengan disiplin akan mawas diri untuk menjaga penyebaran wabah virus corona tersebut.

    “Sekaran kitatidak tahu dikecamatan mana kelurahan mana pasien positif tersebut berdomisili, kita tidak mau identitas dan alamat lengkapnya, kita mau klater wilayah saja agar kami masyarakat bisa menjaga diri, bukan nanti ada yang terjangkit baru pemerintah mau melakukan tindakan,” kesalnya

    Baca Juga  Pemkot Makassar Pasien yang Meninggal Satu Pesawat Dengan Pasien Positif Corona

    Dengan kondisi tersebut Ketua Komisi E DPRD Sulsel bebrharap agar pemerintah segerah mengambil langkah-langkah antisipasi, termasuk melakukan kalster wilayah yang rawan dengan merujuk pada domisili pasien yang dinyakan positif.

    “Harusnya seprti itu, ada pemetaan wilayah dan kalster untuk memetakan daerah rawan dan daerah pengawasan atau pantauan agar masyarakat sekitar bisa menjaga diri dengan melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak terjangkit,” tambahnya

    Sebab jika pemerintah menerapkan pola seperti ini maka kerisauan amsyarakat akan semakin menjadi, apa lagi dengan jumlah pasien positif yang melonjak tingg dikatakan akan menimbulkan kepanikan yang akan berefek pada kepercayaan masyarakat terhadap pemeinrtah.