Banyak RS Kekurangan APD, IDI dan Organaisasi Profesi Lainnya Ancam Mogok Layani Pasien Corona

Suriadi
Suriadi

Sabtu, 28 Maret 2020 03:16

Penanganan Pasien Virus Corona (INT)
Penanganan Pasien Virus Corona (INT)

TROTOAR.ID — Belum selesai persoalan wabah virus corona, kini persoalan baru di hadapi pemerintah Indonesia, dimana Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama organisasi profesi kesehatan lainnya mengancam akan mogok kerja dan tidak melayani pasien jika mana Alat Pelindung Diri (APD) belum dapat dipenuhi oleh pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh organisasi kedokteran (IDI) melalui surat pernyataan yang ditandatangani langsung ketua IDI Daeng M Faqih, Jumat, 27 Maret 2020.

“Setiap tenaga kesehatan berisiko untuk tertular wabah virus corona, Maka, kami meminta penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai untuk setiap tenaga kesehatan,” demikian bunyi surat pernyataan yang diteken Ketua IDI.

Meski profesi Dekoter berada di bawah sumpah, namun demi keselamatan diri para dokter tenaga medis, dan perwawat perlu memperhatikan keamanan diri dalam menangani pasien Corona

Dalam surat tersebut juga , Daeng menyebut, tak terpenuhinya APD bagi dokter, perawat, dan tenaga medis aakan memungkinkan tenaga kesehatan ikut terjangkit wabah corona dan akan justru mengancam nyawa pasien.

Mingga dikatakan jika tuntutan yang mereka sampaikan tidak dapat dipenuhioleh pemerintah, maka IDI selaku organisasi profesi dokter di Indoensia meminta kepada anggotanya untuk tidak tidak ikut melakukan perawatan Bagi pasien corona.

“Bila hal ini tidak terpenuhi maka kami meminta kepada anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien COVID-19 demi melindungi dan menjaga keselamatan sejawat.” tambahnya dikutip tempo.co

Dalam surat tersebut, Daeng mengungkapkan, tidak terpenuhinya APD bagi tenaga medis dokter, perawat, dan memungkinkan tenaga kesehatan yang juga akan terjangkit wabah virus corona.

Mengingat saat ini ada sejumlah tenaga dokter dan perawat tang meninggal dunia karena terinfeksi wabah virus corona, dan hal itu dikatakan tidak ingin kembali terjadi sehingga para organisasi profesi menyepakati maklumat dalam surat pernyataan tersebut.

Semmentara Sekretaris Eksekutif PB IDI Dien Kuswardani mengaku jika surat pernyataan yang berebntuk maklumat tersbeut, telah disepakati oleh beberapa disepakati dengan beberapa organisasi profesi seperti, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia, dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Meski beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah telah mendapatkan 105 ribu APD yang akan didistribusikan ke rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia, namun beberapa RS saat ini mengeluhkan kekurangan APD hingga akan mengancam nyawa para tim medis, Dokter Perawatm Bidan, dan Apoteker.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 Mei 2026 21:53
Pelantikan Ketua KNPI Sulsel Dihiasi Dukungan Tokoh Nasional dan Daerah
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan periode 2026–2029 m...
Daerah05 Mei 2026 18:09
Evaluasi PAD Triwulan I, Syaharuddin Alrif Instruksikan OPD Akselerasi Penggunaan QRIS
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola pendapatan un...
Politik05 Mei 2026 17:47
Tiga Ketua Umum KNPI Resmi Lantik Vonny Ameliani Pimpin KNPI Sulsel 2026–2029
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan periode 2026–20...
Metro05 Mei 2026 17:11
Pemprov Sulsel Perkuat Integrasi Pengelolaan SDA Jeneberang, Sidang TKPSDA Bahas Sistem Informasi dan Kolaborasi Nasional
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat integrasi pengelolaan sumber daya air melalui Sidang Tim Koordinasi Pen...