TROTOAR. ID, MAKASSAR — Tingginya angka penularan Wabah Virus corona di Sulawesi Selatan yang terus terjadi saat ini, kini menjadi sorotan nasional hingga sejumlah kalangan mempertanyakan kerja dari tim gugus cobid-19 Provinsi yang dipimpin Gubernur Sulsel
Belum lagi besaran anggaran yang disiapkan untuk penanganan wabah virus corona masih mengendap di kas daerah hingga nilainya Ratusan miliar yang belum digunakan.
Bahkan dari Anggaran sebesar Rp 500 Miliar yang dialokasikan untuk penangajan wabah virus cotona, baru sekitar Rp 101 Miliar anggaran yang dialokasikan pemerintah provinsi Silael, anggaran tersebut untuk penanganan di bulan April
Baca Juga :
Wakil ketua DPRD Sulsel, Ni’matullah menyebutkan berdasarkan laporan pemerintah Sulsel, alokasi anggaran teraebut digunakan untuk pembiayaan untik Dua Dinas Satu Badan dan dua rumah Sakit milik Pemprov Sulsel
“Kalau realisasi anggaran penanganan covid-19 baru diangka Rp101 miliar, untuk biaya kegiatan penanganan di Dua Dinas satu Badan dan Dua rumah sakit milik pemerintah, ” Jelasnya
Dari jumlah jumlah tersebut Dinas Kesehatan menyerap anggaran sebesar Rp 32.127 Miliar yang masing-masing anggaran dialokasikan ke posko satgas Cobid-19 sebesar Rp12. 269 Miliar BB Lab Kes Rp 7.636 Miliar, Lab Unhas Rp 5.618 Miliar, RS Wahidin Rp 6.603 Miliar
Sementara untuk anggaran Rumah Sakit Sayang sebesar Rp 18.867 M yang terdiri dari pembiayaan bangunan sebesar Rp 11.252 Miliar dan Alkes, 7.519 miliar
Sementara untuk RS Dadi pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 16.664 Miliar, BPD sebesar Rp17. 810 Miliar dan Dinas Sosial duatahapan oenyakuran Safety Net sebesat Rp16.301 Miliar




Komentar